Memahami Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 07 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Program Mutiara Pagi RRI Tuban edisi Senin, 7 September 2026 mengangkat tema “Beriman pada Takdir Allah” dengan menghadirkan Ustaz H. Saiun Ngalim, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban. Dialog tersebut membahas pentingnya memahami takdir sebagai bagian dari keimanan sekaligus pedoman bagi umat Islam dalam menjalani berbagai keadaan dalam kehidupan.

Dalam dialognya, Ustaz H. Saiun Ngalim menjelaskan bahwa iman kepada takdir merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Menurutnya, keyakinan terhadap ketetapan Allah tidak berarti membuat seseorang pasif atau berhenti berusaha, melainkan mendorong manusia untuk tetap berikhtiar secara maksimal dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

“Beriman kepada takdir Allah harus dipahami bersama dengan ikhtiar. Manusia memiliki kewajiban untuk berusaha sebaik mungkin, sedangkan hasil dari usaha tersebut kita serahkan kepada Allah,” ujarnya.

Ia menerangkan, pemahaman yang tepat mengenai takdir juga dapat membentuk sikap sabar dan tawakal ketika seseorang menghadapi berbagai persoalan. Keberhasilan maupun kegagalan dalam kehidupan hendaknya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri, bukan alasan untuk berhenti berusaha ataupun menyalahkan keadaan.

“Ketika mendapatkan keberhasilan, jangan sampai kita lupa bahwa semuanya terjadi atas izin Allah. Begitu pula ketika menghadapi kegagalan, kita harus tetap sabar, melakukan evaluasi, kemudian kembali berusaha dengan lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz H. Saiun Ngalim mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan keyakinan kepada takdir dengan usaha nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap tawakal harus dibangun setelah seseorang menjalankan ikhtiar, sehingga keimanan kepada takdir dapat melahirkan pribadi yang optimistis, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Melalui dialog Mutiara Pagi RRI Tuban, masyarakat diajak memahami bahwa beriman kepada takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha. Keyakinan tersebut justru menjadi landasan untuk terus berikhtiar, bersabar, bersyukur, dan menerima ketetapan Allah dengan penuh keimanan, sehingga setiap perjalanan hidup dapat dijalani dengan sikap yang lebih tenang dan bijaksana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....