Perkuat Kemandirian Petani Melalui Peluncuran ASN Bojonegoro Peduli Pangan
- 23 Agt 2026 19:18 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus mendongkrak serapan hasil pertanian lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gerakan ASN Peduli Pangan yang diiringi dengan diperkenalkannya produk beras lokal berlabel Rajekwesi, hasil produksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengatakan, herakan ini dirancang untuk menggerakkan para Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga masyarakat luas agar aktif menggunakan serta mempromosikan produk pangan buatan petani setempat. Ia mengakui, jika Bojonegoro tercatat sebagai salah satu daerah produsen pertanian terbesar kedua di Jawa Timur.
"Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Tetapi kita masih membeli produk dari luar daerah atau luar kota. Ini menjadi pertanyaan sekaligus pekerjaan rumah bagi kita," tegas Bupati, Minggu 23 Agustus 2026.
Menurutnya, persoalan pangan tidak cukup hanya mengandalkan pada aspek produksi semata. Sistem logistik, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran harus berjalan secara terintegrasi agar produk petani memiliki kepastian pasar dan nilai tambah ekonomi yang nyata.
Bupati menilai, bahwa potensi besar yang dimiliki oleh instrumen kepegawaian daerah harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan jumlah ASN dan karyawan BUMD yang masif, mereka dinilai sangat potensial untuk bertindak sebagai marketing produk lokal.
Sebagai langkah awal, ia mengajak seluruh pegawai untuk memulai kebiasaan sederhana, yakni membeli minimal 15 kilogram beras lokal dalam kurun waktu satu bulan. Ia juga membuka akses berupa masukan, demi perbaikan kualitas produk ke depan.
"Semangatnya adalah menjaga kemandirian pangan. Kita mulai dari hal yang sederhana, yaitu mencoba produknya. Kalau ada yang merasa rasanya belum sesuai, silakan memberikan masukan. Jangan langsung menolak, mari kita evaluasi bersama," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro, Khoirul Huda, menjelaskan bahwa kehadiran perusahaannya diamanatkan untuk menjaga stabilitas harga. Mulai dari menjamin ketersediaan pangan, menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Khoirul memaparkan, bahwa saat ini pihaknya sedang menyiapkan produk beras lokal unggulan bermerek Rojo Nogo, yang bahan bakunya seratus persen berasal dari petani Bojonegoro. Produk tersebut dijadwalkan beredar luas pada 2027 mendatang setelah seluruh perizinan rampung.
Guna menghindari persaingan tidak sehat, produk ini dipastikan akan difokuskan pada segmen beras premium dengan patokan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, sehingga tidak mengganggu pasar UMKM lokal. Melalui sinergi erat, Pemkab Bojonegoro optimistis rantai pasok pangan daerah akan semakin tangguh, bermuara pada terwujudnya kesejahteraan petani dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....