Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Alsintan hingga Asuransi Gagal Panen

  • 27 Jul 2026 18:28 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian daerah. Berbagai bantuan strategis yang bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diserahkan kepada sejumlah kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

‎Penyerahan bantuan yang mencakup irigasi perpompaan, premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pupuk NPK non-subsidi untuk petani tembakau, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) ini diharapkan dapat membawa dampak nyata kepada petani Bojonegoro. Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan bahwa upaya ini menjadi salah satu solusi ditengah perubahan iklim yang tidak menentu.

‎‎Menurutnya, di tengah dinamika perubahan iklim yang kian sulit diprediksi, tantangan sektor pertanian saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan bagi lahan pertanian. "Karena itu, bantuan irigasi perpompaan menjadi investasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas lahan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya, Senin ,27 Juli 2026.

‎‎Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini akan disalurkan kepada 33 kelompok tani dan gapoktan di beberapa kecamatan. Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Bojonegoro.

‎Selain memperkuat infrastruktur air, Pemkab Bojonegoro juga memberikan jaring pengaman bagi petani melalui subsidi Premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pada tahun anggaran ini, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp669,6 juta untuk mencakup lahan seluas 17.000 hektare, dengan skema pembiayaan kolaboratif, 20 persen bersumber dari APBD Bojonegoro dan 80 persen dari APBD Provinsi Jawa Timur.

‎‎Secara simbolis, bantuan premi AUTP tersebut diserahkan kepada tujuh poktan di Kecamatan Baureno guna memberikan rasa aman dari risiko gagal panen akibat bencana banjir, kekeringan, maupun serangan hama. Di sisi lain, upaya mendorong modernisasi pertanian turut diwujudkan melalui penyaluran alsintan dari APBN berupa dua unit combine harvester besar dan dua unit traktor roda empat.

‎‎Bantuan ini disambut antusias oleh para petani penerima manfaat, salah satunya, Saeful Ashar, perwakilan Gapoktan Bangun Tani Desa Sobontoro, Kecamatan Balen. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan petani di tingkat bawah.

‎‎"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan alsintan combine harvester besar ini. Bantuan ini tentu akan berdampak besar dalam meningkatkan efisiensi panen dan semakin memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro," ucapnya.

‎Tidak hanya sektor padi, Pemkab Bojonegoro juga memberikan perhatian serius kepada komoditas unggulan daerah lainnya. Melalui APBD 2026, bantuan pupuk NPK non-subsidi disalurkan kepada 55 poktan dan gapoktan petani tembakau.

‎‎Langkah ini ditujukan untuk menjaga tingkat kesuburan lahan, mendongkrak produktivitas, serta melahirkan mutu tembakau Bojonegoro yang lebih berdaya saing tinggi di pasaran. "Kami berharap seluruh rangkaian bantuan ini mampu mempercepat proses olah tanah dan panen, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendongkrak produksi pertanian secara menyeluruh di Kabupaten Bojonegoro," kata Zaenal Fanani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....