DKPP Bojonegoro Kawal Ketat Penyaluran Pupuk NPK Tembakau
- 27 Jul 2026 18:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Guna memastikan keberhasilan musim tanam tembakau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengintensifkan pengawasan langsung di lapangan. Langkah strategis ini diwujudkan lewat monitoring ketat terhadap proses penyaluran atau dropping pupuk NPK non-subsidi agar tepat sasaran.
Pemantauan langsung tersebut menyasar sejumlah kelompok tani (poktan) di wilayah Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Kepohbaru. Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan bertujuan untuk memastikan distribusi sarana produksi berjalan lancar tanpa hambatan.
"Kami ingin memastikan pupuk non-subsidi benar-benar sampai kepada kelompok tani sesuai alokasi dan waktu yang dibutuhkan. Ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman tembakau sehingga produktivitas dan mutu hasil panen dapat terus meningkat," ujarnya, Senin 27 Juli 2026.
Berdasarkan data DKPP Bojonegoro, rangkaian monitoring penyaluran pupuk telah terlaksana secara bertahap. Pada 13 Juli 2026 di Kecamatan Sugihwaras, penyaluran dipantau di Poktan Sido Makmur III Desa Wedoro dengan volume 2,8 ton, serta Gapoktan Margo Rukun Desa Bareng sebanyak 29,4 ton.
Sementara pada 14 Juli 2026 di Kecamatan Kepohbaru, pemantauan berlanjut di Desa Bumirejo yang meliputi Poktan Mekar Tani 2 sebanyak 7 ton, Poktan Bangkit Tani Satu sebanyak 5,6 ton, serta Poktan Bangkit Tani Dua sebanyak 8 ton 50 kilogram. "Melalui pengawasan langsung ini, proses distribusi diharapkan dapat terus berlangsung secara tertib dan transparan," katanya.
Selain memantau ketersediaan, pihak DKPP juga berkomitmen memberikan pendampingan teknis secara berkala selama musim tanam berlangsung. Pendampingan ini difokuskan agar petani dapat mengaplikasikan pupuk secara tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.
"Kami berharap kebutuhan nutrisi tanaman tembakau dapat terpenuhi secara optimal. Sinergi antara pemerintah, produsen, dan petani menjadi kunci agar musim tanam tahun ini menghasilkan panen tembakau yang berkualitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani Bojonegoro," kata Yuseriza.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....