Pelibatan UMKM dalam Rantai Pasok MBG Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan

  • 26 Jul 2026 18:50 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan dalam meningkatkan pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah apabila mampu melibatkan lebih banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok bahan pangan. Hal tersebut disampaikan Endang, salah seorang pemasok telur di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu berfokus pada pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga memastikan para pelaku usaha lokal memperoleh akses yang lebih luas untuk menjadi bagian dari sistem penyediaan bahan baku program MBG. Endang menilai, pelaksanaan program MBG sejauh ini sudah berjalan dengan baik.

Namun, ia berpandangan bahwa manfaat ekonomi akan jauh lebih besar apabila rantai pasoknya mampu menyerap produk-produk yang dihasilkan UMKM di daerah, mulai dari peternak, petani, hingga pelaku usaha pangan lainnya. "Program MBG sudah bagus. Akan tetapi, alangkah lebih baik jika pemerintah juga memastikan pelaku UMKM mendapatkan akses dalam rantai pasok program tersebut. Justru di sektor inilah peluang ekonomi terbesar tersedia dan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.

Menurut Endang, salah satu tantangan utama yang selama ini dihadapi UMKM adalah belum adanya kepastian pasar. Akibatnya, banyak pelaku usaha kesulitan merencanakan kapasitas produksi maupun pengembangan usaha karena permintaan yang cenderung fluktuatif.

Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam program MBG yang berlangsung setiap hari sebenarnya dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut. Permintaan yang bersifat rutin akan memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha lokal sehingga mereka dapat menyusun perencanaan produksi secara lebih matang.

Selain itu, kepastian permintaan juga diyakini akan mendorong peningkatan kualitas produk. Dengan adanya kontrak atau pola kemitraan yang berkelanjutan, UMKM memiliki kesempatan untuk memperbaiki standar produksi, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memperkuat daya saing produk di tingkat lokal maupun regional.

Endang berharap pemerintah dapat memperluas keterlibatan UMKM dalam pengadaan bahan baku MBG melalui mekanisme yang terbuka, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi pelaku usaha di daerah. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari aspek pemenuhan gizi, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan keterlibatan yang lebih besar dari UMKM lokal, program MBG diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Lamongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....