Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Jadikan Bojonegoro Sebagai Lumbung Pangan Jatim

  • 13 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi distribusi melalui UD Usaha Tani tercatat telah mencapai 62 persen, melampaui target nasional yang ditetapkan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 60 persen.

‎‎Pemilik kios UD Usaha Tani, Rifaun Naim, mengungkapkan bahwa efektivitas penyaluran ini didukung oleh penggunaan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Sistem digital Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia tersebut terbukti mempermudah petani dalam melakukan penebusan secara transparan dan cepat.

‎‎"Hingga saat ini, distribusi berjalan stabil dan aman. Kami memastikan stok di tingkat kios mencukupi agar petani tidak terkendala saat memasuki puncak musim tanam," ujar Naim, Rabu 13 Mei 2026.

‎‎Tahun ini, UD Usaha Tani telah mengelola total alokasi sebesar 325,3 ton pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi enam kelompok tani pengelola komoditas padi dan kedelai. Adapun rincian serapan pupuk hingga saat ini adalah, NPK Phonska telah terserap 63 persen dari total alokasi 145,9 ton.

‎‎Selanjutnya Urea, telah terserap 62,9 persen dari total alokasi 149,4 ton. Dan Organik Granul telah terserap 55,8 persen dari total alokasi 30,5 ton. Ketersediaan stok di tingkat desa juga sejalan dengan kondisi ketahanan pupuk di level regional.

‎Per 13 Mei 2026, PT Pupuk Indonesia telah menyiapkan cadangan sebesar 5.906 ton khusus untuk wilayah Bojonegoro. Secara lebih luas, stok untuk Provinsi Jawa Timur bahkan mencapai 129.588 ton guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani terdaftar.‎

Kemudahan akses ini juga dirasakan langsung oleh para petani. Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, M. Ali Irtadho, menyebutkan bahwa sinergi antara ketersediaan stok di gudang dan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak Oktober 2025 menjadi faktor kunci kelancaran musim tanam kali ini.

‎"Distribusi sangat lancar. Sinkronisasi data antara alokasi yang kami terima dengan realisasi di lapangan sangat akurat, sehingga tidak ada petani yang kekurangan," ujar Ali.

‎Dengan sistem distribusi yang teratur dan stok yang terjaga, para petani di Bojonegoro berharap produktivitas pertanian tahun ini dapat meningkat signifikan. Hal ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur melalui pengelolaan sarana produksi yang tepat sasaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....