Toleransi Terjaga, Keharmonisan Nyepi dan Takbiran di Desa Balun, Lamongan
- 18 Mar 2026 10:33 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Semangat toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, dalam momentum perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 yang bertepatan dengan malam takbiran umat Muslim. Persiapan perayaan Nyepi di desa yang dikenal sebagai “Desa Pancasila” itu telah memasuki tahap akhir. Sebanyak enam ogoh-ogoh berukuran besar disiapkan untuk pawai yang akan digelar di Alun-alun Desa Balun.
Salah satu perajin ogoh-ogoh, Wisnu Adi Pramono mengatakan proses pembuatan patung raksasa tersebut telah hampir selesai. Meski waktu pengerjaan relatif singkat, yakni hanya satu bulan, seluruh tim tetap optimistis dapat menyelesaikannya tepat waktu.
“Tahun ini pengerjaan cukup cepat karena baru diputuskan satu bulan lalu. Biasanya bisa tiga sampai empat bulan, tetapi kami yakin selesai sebelum pawai,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pembuatan ogoh-ogoh dilakukan secara gotong royong oleh warga lintas agama. Tidak hanya umat Hindu, warga Muslim dan Kristen juga turut ambil bagian, terutama pada tahap awal pengerjaan.
Menurut Wisnu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan di Desa Balun. “Semua ikut membantu tanpa melihat perbedaan. Ini sudah menjadi tradisi di sini,” katanya.
Secara teknis, ogoh-ogoh dibuat menggunakan rangka bambu yang dilapisi kertas, kemudian dibentuk dan dicat. Biaya pembuatan satu ogoh-ogoh besar berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Selain itu, warga juga menyiapkan ogoh-ogoh berukuran kecil untuk melibatkan anak-anak.
Menariknya, perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi kendala bagi warga.
Koordinasi telah dilakukan antara pihak pura, takmir masjid, dan tokoh agama setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Wisnu menegaskan, nilai toleransi di Desa Balun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kalau umat Muslim melaksanakan takbiran, silakan. Kami yang menjalankan Nyepi juga tetap beribadah. Semua bisa berjalan berdampingan,” tuturnya.
Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan berlangsung di Alun-alun Desa Balun dan terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga simbol harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lamongan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....