HKTI Lamongan Apresiasi Aturan Permentan Penurunan Harga Pupuk
- 24 Okt 2025 12:26 WIB
- Tuban
KBRN, Lamongan: Kabar baik datang bagi para petani. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) per tanggal 22 Oktober 2025, harga pupuk resmi turun sekitar 20 persen. Kebijakan ini disambut penuh syukur oleh para petani dan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lamongan.
Wakil Ketua HKTI Lamongan, Kusbianto Susilo Putro menyampaikan rasa terima kasih mewakili petani atas kebijakan pemerintah yang dinilai sangat membantu menghadapi musim tanam ketiga (MT3).
“Alhamdulillah, dengan turunnya harga pupuk melalui Permentan, petani sangat bersyukur. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Pak Amran selaku Menteri Pertanian. Ini juga hasil dari perjuangan DPP dan DPW HKTI Jawa Timur, termasuk Bapak Sudaryono yang terus mendorong agar harga pupuk kembali terjangkau,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Menurut Kusbianto, harga pupuk kini turun signifikan, di mana urea menjadi sekitar Rp90 ribu per sak, dan NPK Rp92 ribu per sak. Ia menilai kebijakan tersebut akan memperkuat semangat petani dalam meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen.
Selain harga, Kusbianto juga menegaskan bahwa jatah pupuk bagi petani tetap aman. Bahkan, Presiden dan Menteri Pertanian telah menyampaikan komitmen untuk menambah stok jika terjadi kekurangan di lapangan.
“Kemarin disampaikan langsung oleh Bapak Presiden dan Pak Menteri, kalau kurang tinggal ngomong, insyaallah akan dipenuhi secukupnya. Di beberapa daerah, termasuk Kecamatan Deket, ketika ada MT3 langsung digelontorkan pupuk. Sekarang jauh lebih mudah dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah juga memberikan instruksi khusus agar harga pupuk memiliki patokan minimal untuk menjaga kestabilan di tingkat petani dan kios. Setiap kios dan PPTS wajib mengikuti regulasi baru dengan melaporkan stok harian melalui sistem i-Pubers.
“Permentan Nomor 800 mewajibkan seluruh kios dan PPTS melaporkan stok pupuk setiap hari. Kalau belum tersalurkan, pemerintah akan mengganti sesuai harga pupuk yang ditetapkan. Ini bagian dari upaya pengawasan agar distribusi pupuk tepat sasaran,” tuturnya.
Dengan kebijakan baru ini, Kusbianto optimistis Lamongan dapat memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional, khususnya di sektor pertanian padi.
“Insyaallah, dengan turunnya harga pupuk dan kemudahan distribusi seperti sekarang, Indonesia umumnya dan Jawa Timur khususnya Lamongan akan semakin siap menjadi lumbung pangan nasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....