Momen Arus Balik Lebaran, Penjual Ikan Asap di Tuban Laris

  • 25 Mar 2026 14:47 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Deretan lapak sederhana di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jawa Timur, mendadak ramai saat musim Lebaran. Kehadiran para pemudik di Jalur Pantura membawa berkah tersendiri bagi pedagang ikan asap yang menjajakan dagangannya di tepi jalan.

Bau khas olahan ikan asap yang tercium kuat seolah menjadi penanda bagi pengendara yang melintas. Tak sedikit dari mereka yang sengaja menepi untuk membeli oleh-oleh khas pesisir yang sudah lama dikenal memiliki cita rasa unik dan daya tahan cukup lama.

Nur Hamidah, salah satu pedagang ikan asap di kawasan tersebut, menjadi contoh bagaimana momen ini dimanfaatkan dengan baik. Ia menyediakan berbagai jenis ikan asap, seperti tongkol, benggol, kuningan, hingga perkutut, yang ditata secara sederhana namun tetap menarik perhatian pembeli.

Menurutnya, ikan tongkol menjadi produk yang paling diminati. Selain rasanya yang khas, ikan ini dinilai cocok dijadikan buah tangan bagi keluarga di rumah. Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per ekor, menyesuaikan jenis dan ukuran ikan.

“Yang paling banyak dicari tongkol, rasanya khas dan cocok untuk oleh-oleh,” ujar Nur Hamidah, Rabu 25 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, penjualan mengalami lonjakan signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Dalam satu hari, ia mampu menjual lebih dari 30 kilogram ikan asap. Seluruh dagangan tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal yang kemudian diolah menjadi ikan asap.

“Kalau musim seperti ini bisa lebih dari 30 kilo per hari. Ini juga dari hasil nelayan sekitar,” jelasnya.

Menariknya, Nur Hamidah tidak selalu berjualan di pinggir jalan. Ia hanya membuka lapak di jalur Pantura pada momen tertentu, seperti saat Lebaran, ketika lalu lintas kendaraan meningkat tajam. Di luar periode tersebut, ia lebih memilih berjualan di pasar.

“Kalau Lebaran seperti ini ramai, khususnya saat arus balik,” ungkapnya.

Kebiasaan membeli ikan asap sebagai oleh-oleh memang sudah melekat di kalangan pemudik yang melintasi Pantura Tuban. Selain rasanya yang khas, ikan asap juga praktis dibawa karena lebih awet selama perjalanan.

Salah seorang pemudik, Nur Kholis, mengaku sengaja berhenti untuk membeli ikan asap saat melintas di jalur tersebut. Baginya, membeli ikan asap sudah menjadi tradisi setiap kali pulang kampung saat Lebaran.

“Kalau lewat sini pasti cari ikan asap buat oleh-oleh. Rasanya khas dan tahan lama,” ujarnya.

Ia juga menyebut ikan tongkol sebagai pilihan favoritnya karena rasanya gurih dan mudah diolah kembali setelah sampai di rumah. “Tadi beli tongkol, memang favorit kalau mudik lewat sini,” tambahnya.

Dengan meningkatnya volume kendaraan, terutama saat arus balik, para pedagang berharap penjualan terus mengalami peningkatan. Bagi mereka, Lebaran tidak hanya menjadi momen tradisi, tetapi juga kesempatan untuk meraih penghasilan lebih dari para pemudik yang singgah sejenak di jalur Pantura Tuban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....