Mahasiswa KKN UGM Siapkan Strategi Penguatan Pariwisata di Maluku Tenggara

  • 30 Jun 2026 18:47 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan selama 50 hari. Fokus kegiatan diarahkan pada pengembangan potensi wisata di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS) dan Kei Kecil Barat (KKB) yang masih memiliki keaslian dan potensi besar untuk dikembangkan, Selasa (30/6/2026).

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Helian, mengatakan penguatan sektor pariwisata menjadi salah satu program utama yang dijalankan mahasiswa dari klaster humaniora. Klaster tersebut melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pariwisata, Hukum, Manajemen dan Bisnis, serta Ilmu Komunikasi yang bekerja secara kolaboratif di lapangan.

Menurut Leni, hasil identifikasi awal menunjukkan kawasan KKTS dan KKB memiliki potensi wisata yang masih sangat alami dibandingkan sejumlah wilayah lain di Maluku Tenggara. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan destinasi wisata yang tetap mempertahankan keunikan budaya dan lingkungan setempat.

“Fokus pertama untuk pariwisata adalah bagaimana mengidentifikasi dan kemudian mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Lokasi. Kami melihat potensi di sana masih sangat original, namun demikian kami melihat potensinya sangat besar sehingga perlu kami bantu bagaimana mengembangkannya,” katanya.

Leni menjelaskan, letak geografis KKTS yang berada di wilayah selatan Maluku Tenggara menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan pariwisata. Karena itu, mahasiswa KKN UGM juga akan mengkaji kebutuhan sarana pendukung yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke kawasan tersebut.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengembangkan rumah tinggal menjadi homestay yang layak bagi wisatawan. Kehadiran homestay diharapkan dapat memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami berencana memberikan pelatihan bagaimana kemudian ada beberapa rumah yang menjadi homestay sehingga siapapun yang datang ke sana bisa mengalokasikan waktu lebih lama tinggal di KKTS,” ujarnya.

Leni menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga. Dengan meningkatnya aktivitas wisata, masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan dari berbagai sektor usaha yang mendukung kegiatan pariwisata.

“Harapannya nanti lebih berdampak kepada perekonomian masyarakat di Kei Kecil Timur Selatan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....