Tragedi Pantai Nirun Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Wisata di Pulau Kei

  • 24 Jun 2026 11:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Peristiwa gugurnya satu personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan satu personel Polri saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di kawasan Pantai Nirun, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi keselamatan di seluruh destinasi wisata. Tragedi tersebut memunculkan keprihatinan mendalam sekaligus pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata, Rabu (24/6/2026).

Menanggapi kejadian itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua aparat yang telah menunjukkan pengabdian dan keberanian dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ia menegaskan pemerintah daerah segera mengambil langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan wisata, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kepulauan Kei.

“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Langkah mitigasi yang kami lakukan adalah mengimbau seluruh wisatawan dan pengunjung agar memperhatikan kondisi cuaca yang saat ini cukup ekstrem,” kata Toffi saat diwawancarai awak media di Langgur.

Menurut Toffi, Dinas Pariwisata juga meminta seluruh pengelola destinasi wisata lebih aktif mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas berisiko, termasuk mengambil swafoto atau dokumentasi di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Selain itu, wisatawan diminta melengkapi diri dengan peralatan keselamatan yang diperlukan saat berkunjung ke kawasan wisata bahari.

Dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata akan melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata untuk memperkuat edukasi keselamatan kepada pengelola dan masyarakat. Toffi mengatakan, koordinasi antara Dinas Pariwisata dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama ini berjalan sangat baik, dengan informasi cuaca yang diperbarui setiap hari dan akan terus disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi sebagai panduan bagi wisatawan, masyarakat, maupun pengelola destinasi wisata.

“Mulai hari ini kami juga akan menyampaikan informasi terkait perubahan cuaca dan kondisi ekstrem yang terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara melalui media sosial Dinas Pariwisata agar menjadi rujukan bagi masyarakat dan pelaku wisata,” ujarnya.

Toffi menambahkan, Maluku Tenggara tidak hanya memiliki daya tarik wisata pantai dan bahari, tetapi juga wisata budaya dan berbagai destinasi alternatif yang dapat dikunjungi masyarakat saat kondisi cuaca kurang mendukung. “Kita boleh berlibur, tetapi keselamatan harus menjadi yang utama. Masih banyak pilihan wisata lain yang bisa dinikmati dengan aman,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap peristiwa di Pantai Nirun tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pihak. Kesadaran terhadap keselamatan, kewaspadaan terhadap kondisi alam, serta kepatuhan terhadap imbauan petugas menjadi kunci untuk menjaga keamanan bagi para wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....