Hutan Mangrove: Benteng Hijau Pesisir yang Kaya Manfaat
- 27 Apr 2026 10:36 WIB
- Tual
RRI.co.id, Langgur - Bagi sebagian orang, kawasan mangrove mungkin hanya terlihat sebagai semak belukar yang tumbuh di lumpur pesisir. Padahal, ekosistem unik ini menyimpan segudang manfaat vital bagi bumi dan kehidupan sehari-hari. Indonesia sendiri memiliki luas hutan mangrove sekitar 3,36 juta hektare atau 20 persen dari total mangrove global.
Salah satu fungsi utama mangrove adalah sebagai benteng alami pelindung pesisir. Akar-akarnya yang kuat dan saling berjalin mampu menahan hempasan ombak, mencegah erosi pantai, hingga meredam energi gelombang besar seperti tsunami. Tak heran jika kawasan pesisir yang ditumbuhi mangrove lebih terlindungi dari abrasi dibandingkan yang tidak memilikinya.
Di tengah krisis iklim global, mangrove tampil sebagai pahlawan penyerap karbon yang luar biasa. Ekosistem ini mampu menyimpan karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis di daratan. Karbon yang tersimpan dalam biomassa dan sedimen lumpur pesisir atau yang dikenal sebagai karbon biru (blue carbon), menjadikan mangrove salah satu solusi penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Selain itu, hutan mangrove adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang melimpah. Kawasan perairan di sela-sela akar bakau menjadi tempat pemijahan dan pembesaran berbagai spesies ikan, udang, kepiting, hingga kerang. Bagi para nelayan, keberadaan mangrove yang sehat berarti tangkapan yang melimpah dan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Dari sisi gaya hidup, kawasan mangrove kini juga berkembang menjadi destinasi ekowisata yang diminati. Berjalan di atas jembatan kayu membelah rimbunnya hutan bakau sambil menghirup udara segar menjadi pilihan healing favorit warga urban. Lebih dari sekadar rekreasi, aktivitas ini membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal, mulai dari jasa pemandu wisata hingga penjualan produk olahan berbahan mangrove.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....