Pembukaan Lomba Dragon Boat Meriahkan Festival Meti Kei

  • 22 Okt 2025 15:14 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Suasana semarak dan penuh antusiasme menyelimuti kawasan Pantai Elomel, Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (21/10/2025). Ratusan warga berkumpul menyaksikan Lomba Dragon Boat atau perahu naga yang menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025.

Perhelatan tahunan ini kembali menunjukkan gaungnya sebagai festival kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara. Sorotan publik pun semakin luas berkat partisipasi tim-tim unggulan dari berbagai wilayah di Tanah Kei dan sekitarnya.

Tahun ini, perlombaan Dragon Boat mencatat sejarah dengan menghadirkan 37 tim peserta dari penjuru Maluku Tenggara, mulai dari Kei Kecil, Kei Besar, hingga Tim Dragon Navy Koarmada III Sorong dari Papua Barat Daya. Partisipasi tersebut mempertegas posisi FPMK sebagai agenda pariwisata nasional yang terus berkembang.

"Festival ini adalah kebanggaan kita semua. Terima kasih kepada sponsor dan masyarakat Sathean yang telah menyiapkan segalanya dengan luar biasa," ujar Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam sambutannya.

Lomba dimulai usai pembukaan resmi ditandai dengan prosesi penyematan tanda peserta kepada para atlet. Sorak sorai penonton dan dentuman tifa mengiringi puluhan perahu naga yang melaju gagah di perairan Pantai Elomel.

Semangat kolaborasi dan adu cepat mendominasi jalannya perlombaan, memperlihatkan perpaduan antara kekompakan, kekuatan, dan budaya bahari masyarakat Kei. Lomba ini tidak hanya menampilkan kompetisi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Kompetisi ini menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap tradisi warisan leluhur sebagai identitas budaya. Tak heran jika masyarakat dari berbagai usia ikut larut dalam euforia acara ini.

"Mari kita jaga ketertiban dan tunjukkan keramahan khas orang Kei. Yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi persaudaraan dan kedamaian," ucap Bupati Thaher menegaskan nilai luhur yang diusung dalam festival ini.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan festival ini. FPMK ditargetkan menjadi bagian dari kalender tetap pariwisata nasional, bahkan didorong untuk menembus skala internasional.

FPMK 2025 menjadi ajang terpadu yang memadukan budaya, olahraga, dan keindahan alam dalam satu kemasan. Momentum ini sekaligus memperkuat citra Maluku Tenggara sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia timur.

Sementara itu dukungan terhadap festival ini datang dari berbagai pihak, termasuk para kepala daerah yang turut hadir meramaikan kegiatan. Salah satunya Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang secara khusus memberikan apresiasi.

"Beta rasa ini seperti pulang kampung. Terima kasih atas sambutan hangatnya. Semoga Meti Kei terus maju dan semakin dikenal luas," ucap Zulkarnain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....