FPMK 2025 Digelar di Sejumlah Destinasi Wisata Unggulan

  • 04 Okt 2025 12:02 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 yang tinggal menghitung hari. Event ini akan digelar di sejumlah lokasi berbeda agar mampu menampilkan kekayaan budaya sekaligus daya tarik wisata lokal yang dimiliki daerah.

“Untuk lokasi acara akan menyebar, tidak hanya di satu tempat,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, Jumat (3/10/2025).

Salah satu agenda utama adalah atraksi Werwarat, tradisi penangkapan ikan secara massal dengan tarik tali yang rencananya berlangsung di Pantai Wahan, Ohoi Danar. Pemerintah menilai lokasi tersebut memiliki daya tarik wisata yang signifikan sekaligus dapat menampung ribuan pengunjung.

“Werwarat menjadi salah satu gong festival karena itu inti dari Pesona Meti Kei yang akan kita angkat di Pantai Wahan,” ujar Toffi.

Selain Werwarat, FPMK juga menampilkan lomba dragon boat di Perairan Sathean dan ajang Goyang Meti Kei di kawasan Landmark Langgur. Bahkan, sebagian babak penyisihan lomba goyang tradisional itu direncanakan digelar di lokasi Pantai Ngiarwarat untuk memeriahkan suasana.

“Dragon boat kita pusatkan di Sathean, sedangkan Goyang Meti Kei rencana pembukaannya di Landmark Langgur, dan untuk ceremony kegiatan puncak acara rencananya di Pantai Ohoililir ini baru rencana kita lihat saja nanti perkembangannya” kata Toffi.

Sementara itu Toffi mengungkapkan persiapan logistik dan sarana prasarana terus dilakukan panitia bersama pemerintah daerah. Waktu sekitar 20 hari menjelang acara diyakini cukup untuk menuntaskan seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan.

Dukungan sponsor juga mengalir dari sejumlah pihak, mulai dari perbankan hingga perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Beberapa bank nasional maupun daerah telah menyatakan komitmen mendukung kegiatan ini melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Sejauh ini dukungan datang dari Bank Mandiri, Bank Modern, Bank Artha, hingga Telkomsel dan PLN,” ucapnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi nasional, panitia optimistis festival dapat terlaksana dengan baik. Hal ini karena adanya dukungan penuh dari Bupati Maluku Tenggara, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....