Nasionalisme dan Budaya Lokal di Ruang Digital
- 02 Okt 2026 12:26 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Generasi muda memiliki posisi penting dalam proses tersebut karena mereka bukan hanya konsumen teknologi, tetapi juga produsen informasi. Mereka membuat konten, membangun komunitas, menyebarkan gagasan, dan membentuk opini publik. Setiap unggahan, komentar, video, maupun narasi yang diproduksi memiliki konsekuensi sosial.
Oleh sebab itu, kecakapan digital perlu berjalan beriringan dengan kecakapan moral. Kemampuan menggunakan teknologi tanpa kesadaran etis dapat menghasilkan persoalan baru, sedangkan teknologi yang digunakan dengan tanggung jawab dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat.
Dalam konteks ini, Pegiat Budaya dan Literasi Bahar Kubangun kepada rri.co.id, Kamis (1/10/2026) mengatakan generasi muda perlu memahami bahwa nasionalisme pada era digital tidak selalu diwujudkan melalui simbol-simbol formal. Nasionalisme dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: menjaga bahasa Indonesia dalam komunikasi publik, memperkenalkan kebudayaan lokal melalui media digital, melawan informasi palsu dengan pengetahuan, menghargai keberagaman, serta menggunakan teknologi untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat.
Justru di tengah globalisasi digital, kebudayaan lokal memiliki ruang yang semakin luas untuk diperkenalkan. Generasi muda dapat mendokumentasikan bahasa daerah, tradisi, kesenian, cerita rakyat, sejarah kampung, hingga pengetahuan masyarakat yang selama ini hanya diwariskan secara lisan. Teknologi dapat menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan.
Dengan demikian, digitalisasi tidak harus berarti meninggalkan akar kebudayaan. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk memperkuat ingatan kolektif dan memperluas ruang keberadaan kebudayaan lokal.
Namun, membumikan Pancasila di era digital tidak dapat dibebankan hanya kepada generasi muda. Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat perlu membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya budaya digital yang sehat.
Pendidikan Pancasila juga perlu bergerak dari pendekatan yang semata-mata hafalan menuju pembelajaran yang kontekstual dan reflektif.
Generasi muda perlu diajak untuk menemukan sendiri relevansi Pancasila dalam persoalan yang mereka hadapi. Bagaimana bersikap ketika menemukan ujaran kebencian? Bagaimana menggunakan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab? Bagaimana menjaga privasi dan martabat orang lain? Bagaimana menyikapi perbedaan pilihan dan pandangan di ruang digital? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini merupakan ruang aktualisasi Pancasila yang jauh lebih dekat dengan kehidupan generasi muda hari ini.
Pancasila akan terus relevan apabila mampu hadir dalam kehidupan nyata. Ia tidak boleh berhenti sebagai dokumen sejarah, simbol negara, ataupun materi ujian. Pancasila harus menjadi nilai yang terasa dalam cara kita memperlakukan manusia, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan, dan memperjuangkan keadilan.
Karena itu, membumikan episentrum Pancasila di era digital berarti menjadikan Pancasila sebagai kompas, bukan sekadar hafalan; sebagai laku, bukan sekadar wacana; dan sebagai nilai yang hidup, bukan sekadar simbol.
Generasi muda hari ini sedang berada di persimpangan antara kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat. Mereka memiliki akses terhadap dunia yang luas, tetapi pada saat yang sama membutuhkan akar yang kuat agar tidak kehilangan arah.
Teknologi dapat membawa manusia ke mana saja, tetapi nilai menentukan ke mana manusia seharusnya melangkah.
Pada akhirnya, masa depan Pancasila tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering kita mengucapkannya, tetapi oleh seberapa jauh kita mampu menghidupkannya dalam tindakan. Jika ruang digital adalah salah satu ruang utama kehidupan generasi muda, maka di sanalah Pancasila juga harus hadir, tumbuh, dan membumi.
Sebab Pancasila tidak cukup diwariskan dari generasi ke generasi. Pancasila harus terus dihidupkan oleh generasi yang menghadapinya dengan tantangan zamannya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....