Jejak Abadi Pele dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

  • 15 Mei 2026 10:24 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Dunia mengenal banyak bintang, namun hanya satu yang menyandang gelar "Pemain Paling Sempurna": Edson Arantes Do Nascimento, atau yang lebih akrab di telinga kita sebagai Pele. Pria kelahiran Três Corações, 23 Oktober 1940 ini bukan sekadar atlet; ia adalah simbol keajaiban Brasil yang mengubah lapangan hijau menjadi panggung seni.

Dilansir dari berbagai sumber, bakat besar Pele ditemukan pertama kali oleh Waldemar de Brito saat usianya baru 11 tahun. Di bawah asuhan sang mentor, Pele tumbuh menjadi remaja ajaib. Pada usia 15 tahun, ia memulai perjalanannya bersama klub Santos. Hanya butuh satu tahun bagi publik Brasil untuk menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan kelahiran seorang maestro, tepat saat ia mencetak gol debutnya melawan Corinthians pada September 1956.

Pele adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia sebanyak tiga kali. 1958 (Swedia): Di usia 17 tahun, dunia terperangah. Pele menjadi pemain termuda yang mencetak enam gol, termasuk dua gol indah di partai final melawan tuan rumah. 1962 (Meksiko): Meski sempat dibekap cedera di partai pembuka, keberadaannya tetap menjadi inspirasi bagi kejayaan tim Selecao. 1970 (Meksiko): Setelah sempat terpuruk akibat cedera di tahun 1966, Pele kembali dengan obsesi besar. Bersama generasi emas seperti Jairzinho dan Carlos Alberto, ia membawa Brasil memboyong trofi Jules Rimet untuk selamanya. Di final ini pula, ia melengkapi catatan sejarah dengan mencetak gol ke-100 Brasil di ajang Piala Dunia.

Angka-angka dalam karier Pele terdengar seperti fiksi. Sepanjang hidupnya, ia telah mencetak 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan. Di level klub, ia setia membela Santos selama hampir dua dekade (1956-1974) dengan koleksi 11 gelar juara kompetisi Sao Paulo sebelum akhirnya menutup karier di New York Cosmos.

Saking cintanya publik pada sang legenda, setiap tanggal 19 November, pendukung Santos merayakan "Pele Day". Tanggal tersebut merupakan momen sakral untuk mengenang gol ke-1.000 miliknya yang tercipta di Stadion Maracana.

Pasca-pensiun, sang pemilik nomor punggung 10 ini tidak benar-benar meninggalkan dunia. Ia mengabdikan dirinya sebagai duta besar keliling Brasil, serta menjadi duta bagi PBB dan UNICEF.

Pele adalah definisi "Joga Bonito". Julukannya sebagai The Black Pearl (Mutiara Hitam) bukan sekadar kiasan, melainkan pengakuan atas keindahan dan ketajaman tekniknya yang tiada banding. Hingga hari ini, setiap kali Brasil bermain cantik, roh permainan Pele akan selalu terasa di sana—mengingatkan kita pada pemain paling jenius yang pernah dilahirkan di muka bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....