Mengenang Kartu Merah Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
- 09 Mei 2026 18:26 WIB
- Tual
RRI.CO.ID,Langgur - Piala Dunia bukan sekadar panggung unjuk gigi talenta emas, melainkan medan tempur harga diri bangsa. Di balik kemegahan trofi emas, terselip sisi kelam yang kerap mencederai nilai fair play. Demi ambisi membawa pulang kemenangan, tak jarang para pemain bintang terjerembab dalam aksi tidak terpuji yang berujung pada pengusiran dari lapangan hijau.
Dilansir dari berbagai sumber, Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi memori kelam bagi Wayne Rooney. Datang sebagai tumpuan harapan publik Inggris meski baru pulih dari cedera, Rooney justru mengakhiri turnamen dengan kepala tertunduk.
Petaka terjadi di babak perempat final saat Inggris bersua Portugal. Rooney terlibat perebutan bola sengit dan terlihat menginjak bek Portugal, Ricardo Carvalho. Di tengah ketegangan tersebut, muncul momen ikonik yang tak akan dilupakan publik Inggris: Cristiano Ronaldo—rekan setim Rooney di Manchester United kala itu—berlari mendekati wasit Horacio Elizondo untuk melakukan protes keras.
Rooney yang terpancing emosi sempat mendorong Ronaldo sebelum wasit akhirnya mencabut kartu merah langsung pada menit ke-62. Namun, sorotan utama justru jatuh pada kedipan mata Ronaldo ke arah bangku cadangan Portugal usai Rooney diusir. Aksi tersebut membuat Ronaldo menjadi "musuh nomor satu" di Inggris selama berbulan-bulan, meski hubungan keduanya kemudian membaik di level klub.
Masih di edisi yang sama, sebuah anomali sejarah terjadi dalam laga penyisihan grup antara Kroasia melawan Australia. Insiden ini bukan terkenal karena kebrutalan pemain, melainkan karena kesalahan fatal dari wasit ternama Inggris, Graham Poll.
Dalam hukum sepak bola internasional, seorang pemain seharusnya dikeluarkan dari lapangan setelah menerima dua kartu kuning. Namun, Josip Simunic seolah memiliki "nyawa tambahan". Simunic menerima kartu kuning pertama pada menit ke-61 dan kartu kuning kedua tepat di menit ke-90. Anehnya, Graham Poll lupa mengeluarkan kartu merah dan membiarkan bek Kroasia itu tetap bermain.
Skandal ini memuncak pada menit ke-93 saat Simunic kembali melakukan pelangga ran dan memprotes wasit. Poll baru menyadari kekeliruannya setelah mengeluarkan kartu kuning ketiga untuk Simunic, yang kemudian disusul dengan kartu merah. Kesalahan memalukan ini mengakhiri karier Graham Poll di turnamen internasional dan tetap menjadi salah satu blunder wasit paling dibicarakan hingga saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....