Empat Potensi Desa Maluku Tenggara yang Masih Menunggu Sentuhan
- 01 Okt 2026 14:04 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Jakarta – Pariwisata, perikanan, rumput laut, dan kelapa menjadi empat potensi besar yang tersebar di desa-desa Kabupaten Maluku Tenggara. Namun, pemanfaatannya masih belum maksimal sehingga pemerintah daerah mendorong pengembangan sektor tersebut agar lebih banyak memberi nilai tambah bagi masyarakat, Kammis (1/10/2026).
Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengatakan, potensi yang dimiliki desa masih membutuhkan pengelolaan yang lebih kuat, mulai dari produksi hingga pengolahan. Menurutnya, pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya yang tersedia.
“Potensi yang ada harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Jangan hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi harus ada nilai tambah melalui pengolahan di desa,” kata Thaher.
Salah satu potensi terbesar berada di sektor perikanan. Maluku Tenggara memiliki potensi tangkap sekitar 1,5 juta ton per tahun, tetapi produksi 2025 baru sekitar 98 ribu ton atau sekitar 6,6 persen dari potensi tersebut.
Ruang pengembangan juga masih terbuka pada komoditas rumput laut. Dari kawasan budidaya sekitar 8.862 hektare, baru sekitar 1.380 hektare yang dimanfaatkan. Produksi rumput laut pada 2024 tercatat 46.788 ton dengan melibatkan 2.398 pembudidaya.
Sementara itu, sektor kelapa memiliki areal perkebunan sekitar 23.209 hektare dengan produksi mencapai 21.813 ton pada 2025. Luasan dan produksi tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Maluku.
Potensi lainnya datang dari pariwisata. Sepanjang 2025, Maluku Tenggara mencatat 44.945 kunjungan wisatawan, dengan wisata bahari, alam, budaya, dan religi menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan melalui desa.
Empat sektor tersebut menjadi bagian dari paparan Thaher saat bertemu Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria di Jakarta, 28 September 2026. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah membahas pembangunan ekonomi di 190 desa sekaligus kebutuhan dukungan pemerintah pusat.
Thaher mengungkapkan pengembangan ekonomi desa perlu berjalan bersama penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia agar masyarakat tidak hanya menjadi pemasok bahan baku.
“Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi bagaimana desa memiliki kelembagaan ekonomi yang kuat dan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak pembangunan,” ujar Thaher.
Karena itu, Pemkab Maluku Tenggara mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas antar pulau, sarana desa wisata, rantai dingin perikanan, hilirisasi kelapa dan rumput laut, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa.
Bagi pemerintah daerah, penguatan dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah potensi yang selama ini masih terbatas pemanfaatannya menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif di tingkat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....