Harga Mitan di Langgur Turun Jadi Rp 45 Ribu, Warga Sebut Belum Normal

  • 30 Sep 2026 19:06 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur - Harga minyak tanah (mitan) di seputaran Kota Langgur mulai turun. Setelah sempat melambung tinggi hingga Rp 70 ribu per gen, kini harga eceran merata di angka Rp.45.000/gen mulai tanggal 30 September 2026.

Pantauan media ini di sejumlah titik penjualan eceran di Kota Langgur, penurunan harga terlihat hampir merata. Jika sebelumnya pengecer mematok harga Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per gen, kini semua lapak kompak menjual dengan harga Rp 45 ribu per gen.

Kondisi ini sedikit memberi napas lega bagi warga, meski dinilai belum sepenuhnya normal. Salah satu warga, Tati, kepada media ini mengatakan penurunan harga sudah terjadi beberapa hari terakhir. Ia melihat hampir semua penjual eceran di Kota Langgur menjual dengan harga yang sama.

"Ini di semua tempat penjual minyak tanah eceran harganya sama semua, sudah turun dari semula Rp 70 ribu menjadi Rp 45 ribu. Sebenarnya belum normal harganya, cuma orang mencari juga jadi begitulah," ujar Tati.

Menurutnya, harga Rp 45 ribu tersebut masih tergolong tinggi dan belum stabil. Namun karena mitan merupakan kebutuhan utama dapur, warga tidak punya pilihan lain selain tetap membeli dengan harga yang ada.

"Harga yang saat ini dijual di lapangan belum stabil, akan tetapi kebutuhan dapur sehingga harus dibeli dengan harga saat ini," ungkapnya.

"Harga minyak tanah saat ini memang belum normal, cuma begitulah mau tidak mau harus kita beli karena itu kebutuhan dapur baru kita bisa masak," katanya.

Keluhan soal harga mitan eceran yang tak kunjung normal ini sudah lama dirasakan warga Kota Langgur dan sekitarnya. Warga berharap ada intervensi tegas dari pemerintah daerah.

Tati berharap dinas terkait, khususnya Dinas Perdagangan, segera turun langsung melakukan pengawasan ke pangkalan hingga ke tingkat pengecer.

Ia meminta agar distribusi dan harga eceran tertinggi (HET) benar-benar diawasi dan ditertibkan, sehingga tidak ada lagi permainan harga yang meresahkan masyarakat kecil di Kabupaten Maluku Tenggara.

"Dinas terkait turun langsung ke pangkalan juga para penjual eceran sehingga harganya distabilkan, sehingga tidak ada lagi keluhan dan keresahan dari masyarakat," harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....