Musim Kemarau, Harga Enbal di Pasar Langgur Melonjak Empat Kali Lipat

  • 22 Sep 2026 08:12 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Harga enbal di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, melonjak empat kali lipat selama musim kemarau. Enbal yang sebelumnya dijual sekitar Rp50 ribu per bungkus kini mencapai Rp200 ribu per bungkus akibat terbatasnya pasokan bahan baku.

Pedagang enbal asal Ohoi Wain, Ica, mengatakan kenaikan harga terjadi karena musim kemarau menyebabkan bahan baku enbal semakin sulit diperoleh. Kondisi kekeringan membuat ketersediaan singkong menurun sehingga berdampak pada harga jual di pasar.

“Dulu satu bungkus Rp50 ribu, sekarang Rp200 ribu. Naik karena musim kemarau,” kata Ica saat ditemui Tim RRI di Pasar Langgur, Senin (21/9/2026).

Menurut Ica, kenaikan harga tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan seiring berlangsungnya musim kemarau. Pasokan enbal yang tersedia saat ini berasal dari sejumlah kampung di Maluku Tenggara dan beberapa pulau di sekitarnya, namun jumlahnya terbatas.

Selain enbal, musim kemarau juga memengaruhi ketersediaan petatas dan keladi. Kedua komoditas tersebut dijual sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per tumpuk.

Ica mengaku petatas dan keladi yang dijualnya sebagian besar didatangkan dari Ambon dan Pulau Seram. Pasokan dari wilayah setempat masih ada, tetapi tidak sebanyak saat kondisi cuaca normal.

“Keladi sama petatas itu dari Ambon dan Seram. Kalau musim kemarau di sini kosong, jadi lebih banyak ambil dari luar,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan selama musim kemarau. Harga yang tetap terjangkau akan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga aktivitas jual beli di pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....