Karhutla tidak Mengganggu Ativitas Penerbangan di Bandara KS Malra
- 21 Sep 2026 13:23 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur: Aktivitas Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara berjalan normal, walaupun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus terjadi, bahkan menyebar hingga kawasan terdekat. Khusus di hari Minggu, 20 September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maluku Tenggara bersama pihak Bandara dan warga, didukung pihak TNI berupaya masksimal guna memadamkan api yang menghanguskan semak-semak dan tanaman warga yang berada di kawasan sekitar Bandara tersebut.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama UPBU Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara, Adrianus Rejaan saat dihubungi di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026) mengatakan, walaupun aktivitas penerbangan di salah satu pintu masuk Kepulauan Kei tersebut tidak terdampak, namun antisipasi dan langkah preventif terus dilakukan, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Rejaan menjelaskan, setiap satu jam, petugas Bandara akan melakukan pengecekan dan terus memantau, termasuk di bagian luar Bandara.
Pemantauan yang dilakukan tidak hanya di siang, namun dilaksanakan juga pada malam hari.
“Kita di UPBU Karel Sadsuitubun Langgur belum berdampak sekali, tapi antisipasi-antisipasi kita, petugas beserta kesiapan-kesiapan fasilitas tetap kita siagakan secara rutin, seperti setiap satu jam, petugas tetap memantau area sekitar Bandar Udara, apakah ada potensi-potensi yang mengarah ke gangguan penerbangan, terus kami lakukan setiap hari, bahkan malam pun tetap kita patroli”, kata Rejaan.

Kasi Pelayanan dan Kerjasama UPBU Karel Sadsuitubun menambahkan, guna menjamin aktivitas penerbangan tetap lancar, maka pemantauan situasi di Bandara tidak hanya dilakukan melalui patroli darat, namun mengandalkan drone untuk memantau dari udara.
Sementara itu, warga ohoi Sathean sebagai salah satu kawasan terdekat dengan Bandara Karel Sadsuitubun, mengaku geram dengan ulah-ulah pembakar lahan dan penyebab Karhutla, yang semakin membawa kerugian bagi mereka. Karhutla yang belum padam hingga Senin siang, berdampak pada rusaknya tanaman produktif, gangguan kesehatan serta berbagai dampak lainnya.
Salah satu warga ohoi Sathean, Cosmas Renjaan mengatakan, upaya pemadaman dilakukan secara maksimal, namun lokasi kebakaran dan keterbatasan sarana serta ketersediaan air, mengakibatkan api terus merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sebagai Kawasan terdekat dengan Bandara Karel Sadsuitubun, warga berharap Karhutla tidak sampai menghambat aktivitas penerbangan di salah satu sarana fital daerah tersebut.
“Kebakaran ini terjadi sejak Minggu lalu, awalnya dari pinggiran jalan. Kita tidak tahu, apakah sengaja dibakar atau bagaimana, tapi tiba-tiba saja api sudaj menjalar, lalu menyebar, awalnya di bagian Barat lalu sudah dapat dipadamkan, tapi kemarin sore, terbakar lagi di sebelah Timur. Kemarin sore mobil Damkar daerah punya, ditambah dari Bandara juga Kompi TNI serta warga memadamkan api di dekat Bandara”, ujar Cosmas.
Baik pihak UPBU Karel Sadsuitubun maupun warga Sathean Maluku Tenggara berharap kepada semua pihak untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya Karhutla, yang sangat berpengaruh pada aktivitas masyarakat, maupun perkembangan pembangunan daerah. Masyarakat diimbau untuk memahami pentingnya pelayanan Bandara, sehingga petugas patut didukung untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap arus penerbangan yang semakin memberi dampak positif pada berbagai sektor di Kepulauan Kei.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....