Petani Wunlah Tanimbar Keluhkan Minimnya Bantuan Pemerintah
- 16 Sep 2026 09:18 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Petani semangka dan melon di Desa Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kini harus menanggung sendiri sebagian besar kebutuhan produksi pertanian. Kondisi tersebut mulai dirasakan setelah bantuan pemerintah yang sebelumnya diterima tidak lagi tersedia seperti sebelumnya.
Petani semangka dan melon, Amelia Masela, kepada rri.co.id (15/09/2026) , mengatakan saat ini dirinya harus menggunakan modal pribadi untuk membeli bibit, pupuk tanah, pupuk daun, hingga pupuk untuk membantu pertumbuhan buah. Amelia menyebut bibit semangka non-biji yang dibelinya sekitar Rp230 ribu per bungkus, sedangkan bibit semangka berbiji sekitar Rp130 ribu per bungkus.
"Awalnya ada bantuan pemerintah tapi sekarang ini karena ya begitulah jadi pribadi sendiri buat beli biji, lalu beli pupuk tanah ada juga pupuk daunnya, kemudian pupuk buah untuk kasih segar tanah", kata Masela.
Selain biaya bibit dan pupuk, petani juga harus menanggung kebutuhan pengelolaan lahan sejak tahap pembersihan hingga perawatan tanaman. Beban biaya tersebut menjadi tantangan tersendiri karena proses budidaya semangka dan melon membutuhkan perawatan intensif selama beberapa bulan.
"Ya pemerintah tolong perhatikan kebutuhan pertanian khususnya kami dikecamatan wuarlabobar di desa wunlah, karna desa wunlah ini yang pengadaan semangka, awalnya dari desa wunlah, kecamatan wuarlabobar kabupaten tanimbar", Imbuhnya.
Meski demikian, Masela tetap menjalankan usaha pertaniannya secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ia berharap dukungan pemerintah kembali diberikan sehingga petani dapat memperoleh kemudahan dalam mendapatkan bibit, pupuk, air, maupun sarana produksi lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....