RRI Cerdaskan Bangsa Wujudkan Rakyat Berdaulat Adil dan Makmur
- 11 Sep 2026 08:12 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur : Kepala LPP RRI Langgur Selaku Inspektur Upacara, Jack Resubun, S.Sos saat membacakan Pidato Dirut LPP RRI, I. Hendrasmo menegaskan, Peringatan Hari Bahkti Radio Ke-81 serentak di seluruh Indonesia, pada upacara bendera, menjadi momentum penting bagi semua insan RRI untuk mengingatkan kembali ikhtiar yang terkandung dalam Tri Prasetya RRI, Jumat (11/9/2026).
“Keberpihakan RRI pada kepentingan negara dan empat konsensus bangsa yakni Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tema peringatan Hut RRI ke-81 tahun 2026 adalah Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ujarnya.
Menurut Hendrasmo, Tema ini menegaskan bahwa RRI harus terus hadir sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menjadi sumber informasi utama yang akurat, terpercaya, dan mencerdaskan guna mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Angkasawan-angkasawati Radio Republik Indonesia yang saya cintai memasuki usianya ke-81 tahun pada tahun 2026 ini. RRI harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan RRI tetap relevan, dipercaya, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi program, siaran atau konten, infrastruktur, maupun tata kelola kelembagaan,”katanya.
Dikatakan, dalam lima tahun terakhir, berbagai transformasi telah dilakukan dan capaian kinerja sampai dengan tahun 2026 menjadi salah satu pijakan penting bagi perjalanan RRI ke depan.
Hendrasmo menggambarkan, branding awal logo baru yang diakukan, font RRI yang kecil adalah simbol kerendahan hati, bermakna pesan bahwa saat ini RRI yang harus mendekati audiens bukan audiens yang mendekati RRI.
“Font digital RRI saat ini melambangkan era kekinian bahwa RRI juga harus adaptif terhadap digitalisasi saat ini. Karena kesadaran itulah kita harus berkomitmen untuk menghadirkan RRI di semua platform digital,” bebernya.
Lebih jauh selaku Dirut RRI, meminta seluruh angkawasan – angkasawati pada seluruh multiplatform memiliki arti bahwa RRI harus meningkatkan jangkauan informasi dan hiburan ke segala ruang untuk lebih berdampak. Transformasi ini dilakukan untuk menjawab perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi dan memastikan layanan publik RRI dapat hadir kapan saja dan melalui berbagai perangkat.
“Sepanjang tahun 2025, capaian platform digital RRI menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Portal rri.co.id mencapai 78,51 juta pengunjung dan 45,37 juta pembaca. Sementara aplikasi RRI digital mencapai 337,195 pengguna dengan 6,3 juta kunjungan. Layanan streaming RRI juga mencapai 107,4 juta hits. Dan interaksi sosial media mencapai 23,37 juta interaksi,” terangnya.
Hendrasmo menekankan, angka ini bukan sekedar angka statistik namun dibalik angka tersebut terkandung semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RRI yang harus terus dijaga dan tingkatkan.
“Transformasi multiplatform yang harus kita lakukan dimaksudkan untuk meningkatkan relevansi dan dampak diseminasi RRI. Dsaat jumlah pendengar radio menurun dan perilaku konsumsi informasi yang telah berubah akan tetapi transformasi yang harus kita lakukan itu ternyata mensyaratkan kita harus terus meningkatkan kompetensi atau capacity building,” ajak Hendrasmo.
Hendrasmo yakin, upaya bertahun-tahun hingga saat ini dilalui ecara rutin menggelar berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi angkasawan dan angkasawati RRI. Pelatihan managerial real, pelatihan multiplatform, belanja ide, pembelajaran mandiri di tingkat satker, maupun uji kompetensi wartawan maupun penyiar.
“Kegiatan itu yang sampai saat ini sudah lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi ini. Sepanjang tahun 2025, kuantitas konten RRI juga semakin meningkat. RRI menghasilkan 103.705 berita yang terdiri atas berita melalui rri.co.id dan radio,” ungkapnya.
Hendrasmo mengkalkulasi keterlibatan 34.000 kelompok masyarakat dalam berbagai aktivitas siaran, baik sebagai narasumber, peserta dialog maupun kontributor. Survei kualitas program unggulan juga menunjukkan capaian yang baik.
“Kita sadar, walaupun secara kuantitas meningkat, kita harus mampu berdampak. Maka dari itu kita masih harus terus meningkatkan kualitas siaran maupun konten multiplatform lainnya agar karya-karya kita bisa menarik perhatian masyarakat, karena kita ingin RRI kuat, menjadi hak masyarakat.
Kekuatan ini ucap Hendrasmo, RRI menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi. RRI terus memperkuat kontribusi terhadap program prioritas nasional. Disiminasi program dan kebijakan astacita secara efektif, mendorong dan mensukseskan pembangunan nasional.
“Pada tahun 2025, RRI mengangkat 18 tema siaran prioritas antara lain, ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi digital, ketahanan pangan pendidikan berkualitas, kesehatan, lingkungan hidup, investasi dan hilirisasi, literasi digital serta bela negara. Ini menunjukkan bahwa RRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi turut menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional,” tutur Hendrasmo.
Hendrasmo Optimis, RRI sebagai media publik harus semakin kuat dalam membangun masyarakat yang inklusif. RRI memberikan perhatian terhadap isu moderasi beragama, kesiapsiagaan bencana, pengarus utama gender, pendidikan kesehatan, penyandang disabilitas, olahraga serta berbagai isu sosial lainnya.
“Melalui fungsi pelayanan publik, RRI harus memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh informasi, termasuk masyarakat di wilayah 3T, wilayah berbatasan, masyarakat penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi,” pungkasnya.
Hendrasmo memaparkan, RRI terus memperluas nyangkauan penyiaran. Pada tahun 2025, telah dilakukan pembangunan 6 lokasi baru pemancar FM, antar lain di Malabo, Sibolga, Surakarta, Palangka Raya, Mamuju dan Tahuna. Penguatan ini merupakan bagian dari komitmen RRI untuk menghadirkan layanan informasi publik hingga wilayah terdepan, terluar dan tertinggal.
“Transformasi penyiaran digital juga terus dilakukan. Melalui penguatan jaringan DAB dan DRM. Pembangunan teknologi ini merupakan bagian dari upaya RRI menyiapkan masa depan penyiaran yang lebih modern, efisien, berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ulasnya.
Hendrasmo menyatakan, akan terus memperkuat infrastruktur sebagai fondasi pelayanan publik. Pada tahun 2025, optimalisasi pemancar mencapai 84%, melampaui target 80% dengan dukungan pada 78 lokasi. Dari 768 unit pemancar yang menjadi bagian dari pengelolaan, sebanyak 648 unit atau 84% berada dalam kondisi berfungsi.
“Infrastruktur yang handal harus berjalan seiring dengan infrastruktur digital yang kuat. RRI juga mestikan koneksivitas jaringan dan pusat data mampu mendukung keberlangsungan layanan digital secara optimal. Kita juga terus mendorong prestasi tata kelola dan akuntabilitas birokrasi LPP RRI,” katanya.
Reformasi birokrasi tandas Hendrasmo, menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi RRI. Pada tahun 2025, nilai reformasi birokrasi mencapai 78,44 dengan kategori BB atau sangat baik, meningkat secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sebesar 22,80 poin dari tahun 2021.
Dalam pengelolaan kinerja, nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2025 mencapai 62,79 persen, meningkat dibandingkan pada tahun 2024 dengan nilai 61,48 persen.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen RRI untuk mengelola kinerja secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Pengelolaan keuangan, RRI mempertahankan opini BPK atas laporan keuangan WTP sebanyak lima kali berturut-turut mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2025. Kita juga terus mempertahankan keterbukaan informasi publik.
RRI berhasil mempertahankan indeks badan publik informatif selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2023, 2024, dan 2025 dengan nilai tahun 2025 sebesar 97,35 persen. Capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi RRI untuk terus membangun tata keelolaan profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Hendrasmo berpesan, tidak ada keberhasilan yang lahir dari kerja individu. Oleh karena itu, mewakili manajemen RRI menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Kepala Satuan Kerja, serta Angkasawan dan Angkasawati RRI di seluruh Indonesia.
Hendrasmo menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra, komunitas, pemerintah daerah, lembaga negara, akademisi, dunia usaha seniman, budayawan, dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan RRI. Namun prestasi ini tidak membuat puas dengan capaian yang telah kita peroleh dinamika teknologi.
“Perubahan perilaku masyarakat, persaingan antar media, dan pergembangan platform digital menuntut kita untuk terus bergerak lebih cepat. Kita harus meningkatkan kualitas konten, memperluas jangkauan layanan, memperkuat teknologi, meningkatkan kompetensi SDM, dan memperbaiki tata kelola,” tegasnya.
Langkah ini tambah Hendrasmi, menjadi bagian dari strategi untuk tanpa henti memperjuangkan kepercayaan publik, terus memperkuat relevansi RRI, dan memperkuat dampak RRI bagi bangsa ini, dan upaya tanpa henti untuk menghadirkan inspirasi nilai-nilai keindonesian kepada masyarakat.
“Karena itu, mari kita terus berinovasi dan berkarya, berkuat kolaborasi dan sinergi, tingkatkan profesionalisme, dan jagai integritas. Di hari ulang tahun ke-81 ini yang bertema, suara Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita hadirkan RRI yang semakin dekat dengan masyarakat, semakin kuat sebagai media publik, semakin adaptif terhadap teknologi, dan semakin besar kontribusinya bagi bangsa Indonesia,” harapnya.
Menutup Pidatonya, Hendrasmo menggemakan Semboyan RRI untuk membakar Semangat Angkasawan - Angkasawati di Seluruh Tanah Air, untuk tetap berbahkti demi kejayaan Nusantara, Dirgahayu, Radio Republik Indonesia Ke-81 Sekali di udara, tetap di udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....