Bupati Thaher: Maluku Tenggara dan Tual Sama-Sama Orang Kei

  • 02 Sep 2026 08:05 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Wilayah administratif tidak seharusnya menjadi batas persaudaraan. Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengingatkan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual tetap memiliki satu ikatan sebagai orang Kei.

Pesan ini disampaikan Thaher saat membuka Kampanye dan Pergerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis THT di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Selasa (1/9/2026).

Thaher mengaitkan pandangan tersebut dengan “Beta Kei” atau “Ya'a Evav”. Ungkapan itu harus menjadi pengingat bahwa masyarakat yang hidup di Kepulauan Kei memiliki ikatan persaudaraan yang tidak semestinya dipisahkan oleh perbedaan wilayah.

“Saya tidak pernah bilang Maluku Tenggara dan Tual. Maluku Tenggara dan Tual adalah sama-sama orang Kei,” tegas Thaher.

Menurut Thaher hubungan masyarakat Maluku Tenggara dan Tual juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan banyak pegawai negeri yang bekerja di Maluku Tenggara tetapi tinggal di Tual.

“Para pegawai negeri yang ada di maluku Tenggara ini banyak juga tinggal di Tual. Retribusinya masuk ke Tual. Jadi kita nggak bisa membedakan,” ujarnya.

Karena hubungan masyarakat yang sudah berlangsung erat tersebut, Thaher mengingatkan agar tidak ada pihak yang membangun sekat dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Ia menilai masyarakat kedua wilayah tidak perlu mempertentangkan tempat tinggal atau daerah administratif.

Bagi Thaher, persoalan hubungan Maluku Tenggara dan Tual memiliki sejarah yang panjang. Namun, ia memilih menekankan satu hal yang lebih penting, yakni kesadaran bahwa keduanya merupakan bagian dari satu masyarakat Kei.

Pesan tersebut sejalan dengan makna “Beta Kei” yang ia sampaikan sebelumnya. Identitas Kei tidak semestinya digunakan untuk membangun perbedaan, tetapi menjadi dasar untuk memperkuat rasa memiliki dan persaudaraan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat melihat Maluku Tenggara dan Tual bukan sebagai dua kelompok yang harus dipisahkan. Keduanya tetap memiliki akar budaya dan ikatan sebagai orang Kei yang harus dijaga bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....