Air Evu Masih Cukup, Jaringan Pipa Tua Hambat PDAM Malra Salurkan Air 1x24 Jam

  • 30 Agt 2026 17:04 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Ketersediaan air dari sumber mata air Evu di Kabupaten Maluku Tenggara masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, kondisi jaringan perpipaan yang sudah tua membuat air belum dapat dialirkan kepada seluruh pelanggan secara optimal selama 24 jam.

Direktur PDAM Kabupaten Maluku Tenggara, Fatma Talaohu, mengatakan sebagian jaringan perpipaan yang digunakan saat ini dibangun sejak 1972. Usia jaringan yang hampir mencapai 50 tahun tersebut menyebabkan sebagian pelanggan masih menerima air berdasarkan jadwal distribusi.

“Sebagian pelanggan kami itu pelanggan distribusi, artinya air dibagi berdasarkan jam. Contohnya di sekitar Perumahan Guru Ohoijang, air mengalir setiap Selasa dan Jumat, tetapi terkadang pada hari Selasa alirannya kecil,” kata Fatma.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada jaringan yang langsung menuju pelanggan, tetapi juga pada jaringan transmisi atau pipa utama yang menyalurkan air ke jaringan distribusi. Pipa induk yang digunakan saat ini berdiameter 10 inci dan kondisinya sudah mengalami korosi karena telah digunakan selama puluhan tahun.

Kondisi pipa yang semakin tua membuat kemampuan aliran air tidak lagi optimal. Padahal, debit air dari sumber Evu masih cukup tinggi sehingga persoalan utama yang dihadapi PDAM saat ini berada pada jaringan perpipaan, bukan pada ketersediaan air baku.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama PDAM telah mengusulkan penggantian pipa induk melalui kerja sama dengan kementerian terkait. Pipa berdiameter 10 inci itu direncanakan diganti dengan pipa berdiameter 16 inci sehingga kapasitas penyaluran air dapat ditingkatkan.

“Dari pipa induk diameter 10 inci nanti akan dibangun menjadi 16 inci. Kami juga sudah melakukan verifikasi jaringan dan bekerja sama dengan konsultan untuk memperhitungkan debit air serta peningkatan pendapatan apabila pipa tersebut terpasang,” ujarnya.

Fatma menjelaskan, usulan penggantian pipa tersebut telah masuk dalam aplikasi SILPA dan saat ini masih dalam tahap melengkapi dokumen perencanaan. Pembangunan ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 sehingga aliran air kepada pelanggan diharapkan lebih lancar dan tidak lagi bergantung pada jadwal distribusi.

Dengan penggantian pipa induk, PDAM berharap kapasitas jaringan mampu menyalurkan air lebih banyak dan lebih stabil kepada pelanggan. Target akhirnya, pelayanan air bersih dapat ditingkatkan sehingga pelanggan tidak lagi bergantung pada jadwal distribusi dan air dapat mengalir selama 24 jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....