Pemkab Malra Dorong Warga Beralih ke LPG di tengah Kelangkaan Minyak Tanah

  • 28 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendorong masyarakat mulai menggunakan LPG sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak di rumah. Langkah ini menjadi salah satu pilihan di tengah kondisi minyak tanah yang masih sulit diperoleh masyarakat.

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Maluku Tenggara, Netty Dahlan Uar, mengatakan masih banyak warga yang takut menggunakan LPG karena belum memahami cara pemakaiannya. Kekhawatiran terutama muncul saat harus memasang atau mengganti tabung gas.

“Memang Pertamina kemarin sudah sosialisasi terkait dengan penggunaan gas. Tapi kalau kita lihat, masyarakat di sini masih takut,” kata Netty kepada tim RRI di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2026).

Netty mengaku dirinya juga masih merasa khawatir ketika harus mengganti tabung LPG, meski sudah menggunakan gas untuk memasak di rumah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sosialisasi agar masyarakat memahami cara menggunakan LPG dengan aman.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan sosialisasi, terutama kepada ibu rumah tangga yang sehari-hari menggunakan bahan bakar untuk memasak. Materi sosialisasi akan mencakup cara penggunaan LPG, termasuk saat memasang dan mengganti tabung.

“Mereka kadang takut, lebih baik memakai kayu daripada pakai gas. Tapi karena ini program pemerintah, kami tetap berupaya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, terutama ke ibu-ibu,” ujarnya.

Netty menjelaskan, LPG dinilai lebih praktis karena proses memasak berlangsung lebih cepat. Ia mencontohkan, satu tabung LPG 12 kilogram untuk kebutuhan memasak di rumah dapat digunakan hingga sekitar satu bulan, tergantung pemakaian.

Netty menilai penggunaan LPG dapat menjadi pilihan masyarakat ketika minyak tanah sulit diperoleh. Ia pun mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan penggunaan gas untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

“Kalau saya dari teman-teman di kantor, tetangga di rumah, itu saya menyampaikan sebaiknya kita pakai LPG daripada minyak tanah langka seperti ini,” ucapnya.

Pemkab Maluku Tenggara selanjutnya akan bersinergi dengan Pertamina untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan membuat warga lebih memahami penggunaan LPG sehingga tidak lagi merasa khawatir saat menggunakannya di rumah.

“Jadi kita sama-sama seiring sejalan, sinergi untuk melakukan sosialisasi,” kata Netty.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....