Dinas Pendidikan Aru Soroti Rendahnya Literasi dan Kehadiran Guru
- 27 Agt 2026 16:22 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo - Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru menyoroti masih rendahnya kemampuan literasi peserta didik serta kehadiran dan kesiapan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Yady Wibowo, saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026), mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh satuan pendidikan, terutama kepala sekolah dan guru.
Menurut Yady, data yang disampaikan oleh sekolah harus menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Hal ini penting karena hasil Rapor Pendidikan menunjukkan masih terdapat indikator yang perlu mendapatkan intervensi, khususnya pada aspek literasi.
“Banyak titiknya, kepala sekolah harus memberikan data yang realistis. Jangan sampai ada masalah tetapi dilaporkan tidak ada. Kita harus ingat bahwa literasi kita masih rendah,” ujar Yady.
Ia menjelaskan, hasil asesmen dan Rapor Pendidikan harus menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan bersama sekolah untuk menentukan langkah perbaikan. Sekolah perlu menganalisis indikator yang berada pada kategori merah, kuning maupun biru, sehingga intervensi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Yang merah itulah yang harus diintervensi. Yang sudah bagus jangan diabaikan, tetapi tetap dipertahankan,” jelasnya.
Yady juga menyinggung pentingnya kesiapan guru dalam memberikan materi pembelajaran dan mendampingi siswa menghadapi berbagai bentuk asesmen. Menurutnya, apabila guru tidak hadir secara rutin dan tidak memberikan pembelajaran secara maksimal, maka hasil asesmen peserta didik akan sulit mengalami peningkatan.
Selain persoalan literasi, Dinas Pendidikan juga tengah memperkuat monitoring dan evaluasi terhadap sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Monitoring diperlukan untuk memastikan laporan yang disampaikan sekolah melalui komunikasi maupun laporan berkala sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Jangan hanya berdasarkan laporan melalui WhatsApp. Kita harus cek keberadaan guru dan kondisi sekolah secara langsung,” kata Yady.
Yady mengakui, luas wilayah Kepulauan Aru menjadi salah satu tantangan dalam melakukan pengawasan karena sekolah-sekolah tersebar di berbagai desa dan wilayah kecamatan. Karena itu, diperlukan pola pendampingan dan monitoring yang lebih efektif agar seluruh sekolah dapat terjangkau.
Terkait pengawasan pendidikan, ia mengatakan terjadi perubahan kebijakan mengenai jabatan pengawas dan mekanisme pendampingan sekolah. Kondisi tersebut menurutnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah, mengingat pengawas memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada guru dan sekolah di wilayah kecamatan.
Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat memperhatikan kebutuhan tenaga pengawas maupun pendamping pendidikan di daerah kepulauan seperti Aru.
“Guru-guru di kecamatan membutuhkan pendampingan. Kami di dinas lebih banyak berada di balik meja, sehingga fungsi pengawasan di lapangan sangat penting,” ujarnya.
Yady menegaskan, Dinas Pendidikan akan terus melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah maupun guru yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, proses pembinaan akan dilakukan secara bertahap dan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Ia juga meminta kepala sekolah menyampaikan data secara jujur dan objektif, termasuk terkait kondisi bangunan, sarana dan prasarana, kehadiran guru serta proses pembelajaran.
Menurutnya, data yang akurat merupakan dasar utama bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan dan mengalokasikan intervensi secara tepat.
“Kalau datanya tidak benar, maka kebijakan yang kita ambil juga bisa tidak tepat. Karena itu kepala sekolah harus jujur menyampaikan kondisi sekolahnya,” tegas Yady.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru, lanjutnya, akan terus mendorong perbaikan mutu pendidikan melalui analisis Rapor Pendidikan, monitoring lapangan, pendampingan guru dan sekolah, serta evaluasi secara berkala.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperbaiki capaian literasi dan hasil pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....