Dinas Pariwisata Aru Dorong Pengembangan Taman Kota dan Destinasi Wisata
- 27 Agt 2026 14:33 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Aru terus mendorong pembenahan dan pengembangan sejumlah destinasi wisata di daerah tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Taman Kota Dobo.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Aru, Elita J. Maelissa, S.Sos., M.Si., mengatakan pengembangan Taman Kota menjadi salah satu perhatian Pemerintah Daerah untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Elita saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, Taman Kota nantinya tidak hanya menjadi tempat rekreasi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi tempat rekreasi serta membuka ruang bagi masyarakat untuk berjualan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif.
“Ini upaya kami membuka salah satu destinasi wisata, yakni Taman Kota, supaya bisa meningkatkan PAD dari tempat rekreasi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Elita.
Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata sementara berupaya memasukkan anggaran pengembangan Taman Kota dalam perubahan APBD. Jika proses penganggaran berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik ditargetkan dapat dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2026.
Salah satu fasilitas yang direncanakan dibangun adalah gedung serbaguna dengan konsep ramah lingkungan, namun tetap mempertahankan karakter alami Taman Kota.
Elita mengatakan, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) gedung serbaguna tersebut masih dilakukan dan akan kembali dikonsultasikan dengan konsultan karena terdapat sejumlah revisi pada RAB dan gambar bangunan.

“Konsepnya ramah lingkungan. Bagaimana mempertahankan kearifan Taman Kota itu sendiri. Bangunannya mungkin lebih menggunakan kayu dan balok-balok, sehingga pengunjung tetap bisa merasakan bahwa keindahan alam tidak harus semuanya modern,” jelasnya.
Selain gedung serbaguna, sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet dan kamar mandi juga telah tersedia. Namun, pembangunan masih menghadapi kendala ketersediaan bahan bangunan sehingga pekerjaan sementara dihentikan sambil menunggu kelengkapan material yang dibutuhkan.
Selain Taman Kota, Dinas Pariwisata juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan destinasi wisata Papaliseran.
Pengelolaan destinasi tersebut akan dievaluasi bersama sejumlah pihak pada 1 Oktober 2026. Evaluasi melibatkan Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Kami sementara terus melakukan evaluasi. Tanggal 1 Oktober nanti akan dievaluasi bersama-sama dengan Komisi II DPRD dan instansi terkait,” ujarnya.
Elita menambahkan, pihaknya terus melakukan promosi destinasi wisata Kepulauan Aru melalui media sosial, brosur, hotel, rumah makan, dan kafe yang menjadi tempat berkumpulnya wisatawan.
Promosi dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kepulauan Aru.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada Taman Kota dan Papaliseran, tetapi juga diarahkan pada kawasan Kota Lama, Benteng, serta sejumlah destinasi wisata lainnya.
Dinas Pariwisata juga mendorong desa-desa di Kepulauan Aru untuk ikut mempromosikan potensi wisata melalui berbagai program, termasuk mengikuti lomba desa kategori Wonderful Indonesia Award.
Salah satu potensi wisata yang mulai mendapat perhatian adalah keberadaan penyu hijau di wilayah Pulau Enoa Karang. Elita mengatakan pengembangan wisata berbasis konservasi penyu hijau merupakan bagian dari rencana ke depan dan telah menjadi arahan Bupati Kepulauan Aru.

“Penyu hijau ini menjadi salah satu fokus kami ke depannya. Ini masih dalam tahap perencanaan dan menjadi instruksi Bupati kepada Dinas Pariwisata untuk memberikan perhatian,” kata Elita.
Selain itu, Dinas Pariwisata merencanakan kegiatan promosi wisata di kawasan Pasir Putih Panjang, wilayah Selatan Kepulauan Aru.
Salah satu bentuk promosi yang direncanakan adalah touring motor pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan keunikan pasir putih yang memiliki karakter suara seperti berbisik kepada masyarakat luas.
“Pasir putih banyak di Ambon dan Banda, tetapi pasir putih yang berbunyi atau berbisik itu ada di Aru. Ini harus diketahui oleh semua orang,” tutur Elita.
Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu persetujuan Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Aru.
Elita berharap, masyarakat Kepulauan Aru turut mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata dengan menjaga lingkungan serta aktif mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial.
Ia juga meminta masyarakat mempersiapkan produk UMKM dan kuliner lokal sehingga peningkatan kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai destinasi wisatanya sudah menjadi perhatian, tetapi kuliner dan hal-hal yang bisa dinikmati oleh para pengunjung justru terbatas,” ungkapnya.
Ia menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, Dinas Pariwisata akan terus berupaya melakukan inovasi dengan memanfaatkan potensi daerah sekaligus memberdayakan masyarakat.
Pengembangan pariwisata, kata Elita, diharapkan dapat mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....