Damkar Malra Terkendala Armada dan Mobil Suplai Air saat Tangani Kebakaran
- 26 Agt 2026 12:38 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi keterbatasan sarana untuk menangani kebakaran. Dari dua mobil pemadam yang dimiliki, hanya satu unit yang saat ini dapat digunakan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maluku Tenggara, A. Rahman Madubun, mengatakan satu mobil lainnya rusak saat digunakan untuk memadamkan kebakaran di Ohoi Wab. Kendaraan tersebut masih dalam proses perbaikan di bengkel sehingga petugas sementara hanya mengandalkan satu armada.
"Dari sisi aparatur, kami punya tiga regu siaga yang siap 24 jam. Cuma sarana prasarananya saja yang masih terkendala," kata Madubun saat ditemui tim RRI di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026).
Selain keterbatasan armada, Damkar Maluku Tenggara juga belum memiliki mobil khusus untuk memasok air ke lokasi kebakaran. Petugas selama ini bekerja sama dengan penyedia kendaraan suplai air untuk memenuhi kebutuhan saat melakukan pemadaman.
Kondisi tersebut menjadi kendala ketika kendaraan suplai tidak dapat langsung datang ke lokasi. Petugas harus lebih dulu menghubungi penyedia kendaraan dan memberikan informasi mengenai lokasi kebakaran sebelum air dikirim.
"Kami juga tidak punya mobil suplai air. Biasanya kami bekerja sama dengan mobil-mobil suplai, tetapi kadang mereka juga terlambat karena kami harus menghubungi dulu dan menyampaikan lokasi kejadiannya," ujarnya.
Madubun menjelaskan, keterbatasan sarana masih menjadi bagian dari proses penguatan Damkar Maluku Tenggara yang baru berdiri sebagai organisasi tersendiri pada 2023. Sejak saat itu, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana secara bertahap.
Pada 2025, Damkar Maluku Tenggara mendapat satu unit mobil pemadam melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pihaknya akan kembali mengusulkan kendaraan dan peralatan pendukung untuk memperkuat pelayanan pemadaman di lapangan.
"Ke depan, kami juga berupaya mendorong dan mengusulkan sarana dan prasarana pendukung di lapangan. Mudah-mudahan bisa diterima," ucap Madubun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....