Temu Raya Pengasuh SMTPI GPM Pulau-Pulau Aru Dorong Penguatan Pendidikan Iman Anak

  • 24 Agt 2026 05:09 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo: Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang diwakili Kepala Biro ARK Sinode GPM, Fifi Tumalang, menghadiri Temu Raya Pengasuh SMTPI GPM yang berlangsung di Gereja Solagracia, Jalan Jalabil, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Claudia Imarisa Kaidel, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau-Pulau Aru bersama anggota MPK, para pimpinan OPD, para pendeta se-Klasis GPM Pulau-Pulau Aru, para pengasuh SMTPI, tokoh agama, adat dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Timotius Kaidel mengajak seluruh peserta untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja, atas penyertaan-Nya dalam kehidupan dan pengabdian.

Kaidel mengatakan, dirinya juga pernah menjadi bagian dari pendidikan SMTPI dan mendapatkan bimbingan serta pengajaran mengenai dasar-dasar iman Gereja Protestan Maluku. Menurutnya, pendidikan yang diterimanya dari para pengasuh SMTPI turut membentuk karakter dan perilaku iman yang menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Bupati Kepulauan Aru.

“Saya juga pernah diasuh, dibimbing dan diajarkan tentang dasar-dasar iman Gereja Protestan Maluku melalui SMTPI. Karena itu, saya menjadi pribadi beriman dan bisa melaksanakan tugas sebagai Bupati seperti saat ini,” ungkapnya.

Ia menilai tugas menjadi seorang pemimpin merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Nilai tersebut, kata Kaidel, telah ditanamkan sejak dirinya mengikuti pendidikan di lingkungan SMTPI GPM.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengasuh SMTPI yang selama ini menjalankan tugas membentuk iman dan moral generasi muda gereja yang juga merupakan generasi penerus bangsa.

Bupati juga menegaskan, Temu Raya Pengasuh yang menjadi kegiatan perdana di Klasis GPM Pulau-Pulau Aru bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi merupakan program strategis gereja untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan formal gereja di lingkungan GPM.

Menurutnya, pendidikan tersebut perlu terus disesuaikan dengan dinamika perkembangan zaman, termasuk penggunaan bahan ajar yang mampu menjawab kebutuhan dan minat anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital.

“Temu Raya Pengasuh ini merupakan bagian dari cara gereja mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan formal gereja yang memberikan dampak pada perkembangan dan pertumbuhan spiritualitas serta kecerdasan etik dan moral anak di tengah gelombang digitalisasi,” kata Kaidel.

Kaidel berharap para pengasuh terus membuka diri untuk mendapatkan pembekalan sehingga semakin tangguh dalam melaksanakan tugas pengasuhan di SMTPI. Ia menilai, peran para pengasuh sangat penting dalam membentuk generasi emas gereja menuju satu abad GPM pada 2035, sekaligus menjadi titian menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Sinode GPM, Klasis dan Jemaat atas kemitraan yang telah terbangun selama ini dalam memperkuat peran gereja di tengah masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan.

Ia berharap para pengasuh SMTPI terus memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter iman, spiritual, moral, sosial dan kepedulian ekologis bagi anak-anak di Kepulauan Aru.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan tugas mulia ini demi masa depan anak-anak dan generasi penerus gereja serta bangsa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....