Peningkatan Kapasitas SDM Dorong Pemenuhan 8 Indikator PAUDHI di Maluku Tenggara

  • 21 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pendidikan melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka pemenuhan 8 indikator Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI).

Penerapannya di lakukan di Satuan PAUD di Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Aula TK Negeri Pembina Langgur Jumat 21/8/2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan anak usia dini agar tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.

Melalui kegiatan tersebut, para pendidik dan pengelola PAUD mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan PAUDHI.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arief Hanubun, mengatakan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengelola PAUD menjadi langkah penting dalam memastikan pelayanan pendidikan anak usia dini dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, anak usia dini membutuhkan layanan yang tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga menyentuh seluruh aspek tumbuh kembang anak.

“PAUDHI ini sangat penting karena kita tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi bagaimana anak mendapatkan pelayanan secara utuh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan sampai dengan kesejahteraan,” ujar Bin Raudha Arief Hanubun.

Ia menambahkan, pemenuhan 8 indikator PAUDHI membutuhkan komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak, terutama satuan pendidikan, orang tua, pemerintah, serta sektor terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai kebutuhan anak dapat ditangani secara terpadu dan berkesinambungan.

“Kita berharap melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, para pengelola dan pendidik PAUD dapat memahami indikator-indikator PAUDHI dan mampu menerapkannya di satuan masing-masing,” katanya.

Kegiatan menghadirkan sejumlah fasilitator, yakni Winda Far-far, Aryani Ingratubun, dan Perpetua Rado. Para fasilitator memberikan materi yang berkaitan dengan kebijakan program PAUDHI, pengembangan anak usia dini secara holistik integratif, serta pemahaman mengenai 8 indikator PAUDHI.

Penyampaian materi diarahkan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam penyelenggaraan layanan PAUD di satuan masing-masing.

Materi mengenai kebijakan program PAUDHI menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya sinergi antara layanan pendidikan dengan layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan aspek kesejahteraan anak.

Pendekatan holistik integratif diharapkan dapat memastikan setiap anak memperoleh hak dan kebutuhan dasarnya secara utuh sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
Selain kebijakan PAUDHI, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengembangan anak usia dini secara holistik integratif. Pendekatan tersebut menempatkan anak sebagai pusat layanan dengan memperhatikan seluruh aspek perkembangan, mulai dari nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, hingga perkembangan seni.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, satuan PAUD diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pembahasan selanjutnya difokuskan pada 8 indikator PAUDHI yang menjadi acuan dalam pemenuhan layanan holistik integratif pada satuan PAUD. Pemahaman terhadap indikator tersebut penting bagi pendidik dan pengelola agar dapat melakukan pemetaan kondisi satuan, mengidentifikasi kebutuhan anak, serta menyusun langkah-langkah perbaikan layanan.

Pemenuhan indikator PAUDHI juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor, sehingga pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan PAUD.
Bin Raudha berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan PAUD di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Target kita bukan hanya peserta memahami materi, tetapi ada perubahan dan implementasi nyata di satuan PAUD. Kita ingin anak-anak di Maluku Tenggara mendapatkan layanan yang berkualitas dan terpadu sejak usia dini,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi lintas sektor, implementasi PAUDHI diharapkan semakin optimal dalam mendukung tumbuh kembang anak serta mempersiapkan generasi Maluku Tenggara yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....