Lepas Perahu Gabah ke Laut, 2 Siswa Kepulauan Aru Titip Pesan untuk Presiden Prabowo

  • 21 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo: Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dua siswa bersaudara, Zhakir dan Lativa, di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, memilih cara unik untuk menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pada 17 Agustus 2026, Zhakir dan Lativa membuat dua perahu kecil berbahan gabah yang kemudian mereka lepaskan ke laut. Aksi tersebut dilakukan di Pantai Wisata Koraefar, Desa Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.

Perahu kecil itu bukan sekadar karya sederhana. Bagi kedua siswa tersebut, perahu menjadi media untuk menyampaikan suara dan harapan anak-anak yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pada bagian layar perahu ditempel foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sementara pada badan perahu dituliskan sejumlah pesan mengenai kondisi yang masih dihadapi anak-anak di Kepulauan Aru.

Setelah menyelesaikan tulisan pesan, Zhakir dan Lativa membawa kedua perahu tersebut ke pantai. Dengan hati-hati, mereka kemudian melepaskannya ke laut.

Saat perahu mulai bergerak menuju laut lepas, keduanya berdiri tegak memberikan penghormatan. Momen sederhana itu menjadi simbol harapan agar pesan dari anak-anak Kepulauan Aru dapat sampai dan mendapat perhatian pemerintah pusat.

Dalam pesan yang ditulis pada badan perahu, keduanya menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan dan pembangunan di wilayah Kepulauan Aru.

“Pak Presiden, Pak Wapres. Kami di Aru ingin sekolah yang layak, jalan yang bagus, ada kapal laut, ada internet dan buku. Kami ingin sekolah seperti anak-anak di kota. Tolong ingat kami ya Pak, meskipun pesan ini lewat perahu kecil,” tulis mereka.

Pesan tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, mulai dari keterbatasan fasilitas pendidikan, kondisi jalan, minimnya kapal penghubung antarpulau, sulitnya akses internet, hingga keterbatasan buku.

Bagi Zhakir dan Lativa, perahu gabah yang dilepas ke laut merupakan simbol harapan agar suara anak-anak Kepulauan Aru dapat didengar hingga ke pemerintah pusat.

Aksi sederhana tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan diharapkan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh anak bangsa, termasuk anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah 3T di ujung timur Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....