Ohoi Dullah Laut Hidupkan Kembali Sasi untuk Lindungi Laut dan Darat

  • 19 Agt 2026 05:47 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual: Pemerintah Ohoi Dullah Laut, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, kembali menghidupkan tradisi adat Sasi sebagai upaya melindungi sumber daya alam, baik di wilayah laut maupun darat.

Pejabat Kepala Ohoi Dullah Laut, Hi. Munadi Rahaded, usai proses pemasangan Sasi di ohoinya, Senin (17/8/2026) siang mengatakan, penerapan Sasi diawali dengan Sasi kelapa pada 1 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan karena masih ditemukan pelanggaran dan pengrusakan terhadap tanaman kelapa milik masyarakat.

Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi di wilayah laut Ohoi Dullah Laut yang memiliki potensi perikanan dan pariwisata. Pengambilan pasir, teripang, lola, kima, padang lamun, hingga terumbu karang dinilai perlu mendapat perlindungan karena selama ini masih rawan pencurian dan pengrusakan.

Munadi menjelaskan, wilayah laut yang luas membuat masyarakat kesulitan melakukan pengawasan secara terus-menerus. Kondisi tersebut dimanfaatkan pihak luar untuk mengambil hasil laut maupun pasir tanpa izin masyarakat setempat.

Bahkan, penggunaan bom dan potas untuk menangkap ikan masih terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat. Pemerintah ohoi telah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan.

Atas kondisi tersebut, pihaknya bersama tokoh adat, perangkat ohoi, dan masyarakat sepakat menghidupkan kembali Sasi atau hukum adat untuk menjaga kelestarian wilayah laut dan darat.

“Yang perlu kita lindungi terutama padang lamun dan terumbu karang, karena selama ini pengrusakan masih terjadi,” kata Munadi.

Penerapan Sasi tersebut akan diuji coba selama satu tahun hingga sekitar Agustus 2027. Selanjutnya, evaluasi akan dilakukan untuk menentukan keberlanjutan penerapan aturan adat tersebut.

Pj. Kepala Ohoi Dullah Laut berharap, seluruh masyarakat, termasuk nelayan dari luar wilayah, menghormati aturan yang berlaku. Ia menegaskan, masyarakat luar tetap diperbolehkan mencari ikan, namun wajib melaporkan keberadaannya kepada pemerintah ohoi dan menaati ketentuan yang telah disepakati.

Selain menjaga sumber daya alam, penertiban tersebut juga dinilai penting untuk menjamin keselamatan nelayan. Sebab, sejumlah kejadian kecelakaan laut yang melibatkan orang luar sulit ditangani karena korban sebelumnya tidak melaporkan keberadaannya kepada pemerintah ohoi.

Pemerintah Ohoi Dullah Laut menilai keterlibatan seluruh masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengawasan sasi, sehingga sumber daya laut dan darat dapat terjaga untuk kepentingan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....