“Kemerdekaan dalam Doa Seorang Ibu”
- 12 Agt 2026 06:27 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Bagi banyak orang, bulan Agustus identik dengan warna merah putih, lomba rakyat, dan upacara bendera. Namun bagi Juliana Hommy, kemerdekaan memiliki makna yang lebih sederhana sekaligus mendalam: hidup dengan tenang, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Di usianya yang tak lagi muda, perempuan yang akrab disapa Mama Juliana itu masih menyimpan harapan yang sama setiap kali Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tiba. Harapan yang tidak muluk-muluk, tetapi dekat dengan kehidupan masyarakat kebanyakan.
Mama Juliana memandang kemerdekaan bukan sekadar peristiwa bersejarah yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Baginya, kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terasa di meja makan keluarga, dalam ketenangan hidup bermasyarakat, dan dalam keyakinan bahwa masa depan akan lebih baik dari hari ini.
"Semoga Indonesia ini aman dan makmur semuanya," ucapnya saat ditemui tim RRI di kediamannya, Selasa (11/8/2026).
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan harapan seorang warga yang ingin melihat masyarakat hidup lebih sejahtera dan tidak lagi dibayangi kesulitan ekonomi.
Mama Juliana berharap pemerintah terus hadir dan mendengarkan suara masyarakat. Menurutnya, pembangunan akan terasa bermakna apabila manfaatnya benar-benar sampai kepada warga yang setiap hari bekerja, berjuang, dan berharap hidup yang lebih baik.
"Kami yang hanya tinggal di rumah berharap pemerintah melihat kehidupan masyarakat sekarang, apakah sudah maju atau belum, sejahtera atau tidak. Itu yang sangat kami harapkan dari pemerintah," ujarnya.
Baginya, kemerdekaan tidak hanya berbicara tentang kebebasan dari penjajahan yang telah diperjuangkan para pahlawan puluhan tahun lalu. Kemerdekaan juga berarti kesempatan bagi setiap warga untuk hidup layak dan merasakan hasil pembangunan secara adil.
Namun kesejahteraan bukan satu-satunya harapan yang ia titipkan menjelang perayaan kemerdekaan tahun ini. Mama Juliana juga ingin melihat masyarakat hidup dalam suasana yang damai, tanpa konflik dan tanpa perpecahan yang dapat merusak persaudaraan.
Pengalaman hidup mengajarkannya bahwa keamanan adalah landasan dari segala hal. Tanpa rasa aman, masyarakat akan sulit berkembang dan pembangunan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
"Makna kemerdekaan bagi saya adalah jangan ada lagi kekecohan. Kita semua ingin hidup aman dan damai, khususnya di Maluku Tenggara dan Kota Tual," katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan. Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dirawat dari generasi ke generasi.
Pesan yang sama juga ia tujukan kepada anak-anak muda. Di mata Mama Juliana, generasi muda bukan hanya pewaris kemerdekaan, tetapi juga penentu masa depan daerah dan bangsa.
"Generasi muda jangan ikut dalam kekecohan. Mereka harus bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat membangun daerah ini supaya lebih maju," ujarnya.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan yang akan segera tiba, harapan Mama Juliana terdengar begitu sederhana. Ia tidak berbicara tentang angka-angka pembangunan atau program-program besar. Ia hanya ingin melihat masyarakat hidup rukun, anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman, dan keluarga-keluarga dapat menjalani hidup dengan lebih sejahtera.
Bagi Mama Juliana, itulah wajah kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan hanya cerita tentang perjuangan masa lalu, melainkan tentang bagaimana setiap warga dapat merasakan arti kemerdekaan dalam kehidupan mereka hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....