50 Hari KKN, Mahasiswa UGM Belajar Beradaptasi dengan Kehidupan Masyarakat Timur

  • 10 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Menjalani KKN selama 50 hari di Kota Tual menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa KKN-PPM UGM yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Perbedaan lingkungan, budaya, pola kehidupan dan kebiasaan masyarakat membuat mahasiswa harus melakukan penyesuaian selama berada di lokasi pengabdian.

Ketua Kelompok KKN-PPM UGM, Nafie, kepada rri.co.id (09/08/2026) mengatakan mahasiswa membutuhkan proses adaptasi karena untuk pertama kalinya mereka berada di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, banyak hal baru yang dipelajari dari masyarakat, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga cara berinteraksi dengan warga setempat.

" Alhamdulillah selama 50 hari disini kita bisa beradaptasi, mendapat pelajaran dan juga memberikan dampak yang baik untuk masyarakat. Untuk awal-awal hal yang sulit itu bahasa, kita yang biasa berbahasa jawa, logat yang berbeda butuh lebih kurang 2 minggu untuk bisa berbahasa dan memahami logat timur", kata Nafi.

Nafie menjelaskan, mahasiswa juga harus menyesuaikan pola makan, aktivitas harian dan kondisi cuaca yang berbeda dengan daerah asal mereka di Jawa. Proses tersebut dilakukan secara bertahap melalui interaksi dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat.

Ia bersyukur selama 50 hari berada di Kota Tual, mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik sekaligus mendapatkan banyak pelajaran berharga. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih memahami keberagaman kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....