Bupati Maluku Tenggara Dorong Pembinaan Atlet Berbasis Sport Science

  • 10 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mendorong pelatih dan pengurus cabang olahraga menerapkan metode pembinaan yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan olahraga (sport science) dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Maluku (POPMAL) 2027.

Hal itu disampaikan Thaher saat Coffee Morning bersama atlet, pelatih, dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maluku Tenggara di Taman Landmark Larvul Ngabal, Langgur, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Thaher, keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik semata. Prestasi olahraga juga dipengaruhi oleh aspek psikologi, strategi pertandingan, pola latihan yang tepat, hingga kemampuan pelatih dalam menyusun program pembinaan yang terukur sesuai kebutuhan atlet.

“Olahraga itu antara teori dan praktik harus menyatu. Tidak bisa teori jalan sendiri, praktik jalan sendiri. Akal dan gerak harus menjadi satu supaya atlet bisa berkembang,” kata Thaher.

Ia menjelaskan setiap cabang olahraga perlu memiliki program latihan yang jelas, mulai dari target prestasi, jadwal latihan, tahapan peningkatan kemampuan, hingga evaluasi hasil latihan. Latihan yang dilakukan tanpa perencanaan yang baik akan sulit menghasilkan prestasi yang maksimal.

Bupati juga menyoroti pentingnya periodisasi latihan atau pengaturan tahapan latihan menjelang kompetisi. Atlet tidak boleh menjalani latihan fisik berat secara terus-menerus hingga mendekati pertandingan karena dapat memengaruhi kondisi tubuh dan performa saat bertanding.

“Kalau sudah mendekati pertandingan, latihan harus disesuaikan. Yang penting menjaga kondisi, bukan lagi memaksakan latihan berat. Atlet harus berada pada kondisi terbaik saat hari pertandingan,” ujarnya.

Selain aspek fisik, Thaher menilai pembinaan mental atlet juga tidak kalah penting. Atlet yang memiliki kepercayaan diri, disiplin, dan motivasi tinggi cenderung lebih siap menghadapi tekanan saat bertanding dibandingkan atlet yang hanya mengandalkan kemampuan teknik.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku memiliki latar belakang pendidikan olahraga sehingga memahami pentingnya metodologi pelatihan dan psikologi olahraga dalam membentuk atlet berprestasi. Karena itu, ia meminta pelatih memanfaatkan berbagai referensi dan perkembangan ilmu olahraga dalam menyusun program pembinaan.

Thaher juga mendorong setiap cabang olahraga untuk memanfaatkan teknologi dan informasi dalam meningkatkan kualitas latihan. perkembangan ilmu olahraga saat ini memungkinkan pelatih menyusun program yang lebih efektif berdasarkan data dan kebutuhan atlet.

Melalui pendekatan yang lebih ilmiah dan terukur Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap pembinaan olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi sesaat, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....