Bupati Ajak Warga Selayar Tinggalkan Perbedaan, Bersatu Bangun Masjid Al-Mujiba
- 08 Agt 2026 16:10 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengajak masyarakat Ohoi Selayar dan sekitarnya untuk memperkuat persatuan dalam pembangunan kembali Masjid Al-Mujiba. Kebersamaan menjadi modal utama untuk mewujudkan rumah ibadah yang dapat dimanfaatkan generasi mendatang.
Pesan itu disampaikan Thaher saat menghadiri prosesi penurunan kubah Masjid Al-Mujiba di Ohoi Selayar, Kecamatan Manyeuw, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembongkaran bangunan lama sebelum pembangunan masjid yang baru.
Dalam sambutannya, Thaher mengatakan setiap upaya untuk mewujudkan kebaikan selalu dihadapkan pada berbagai tantangan. Namun, tantangan itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan niat baik yang bertujuan memberi manfaat bagi umat.
"Setiap kali kita mengerjakan sesuatu yang baik pasti ada cobaannya. Karena masjid yang kita bangun ini adalah kebaikan untuk umat," katanya.
Menurut Thaher, pembangunan rumah ibadah membutuhkan komitmen bersama seluruh masyarakat. Karena itu, ia meminta warga menjadikan pembangunan Masjid Al-Mujiba sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu.
Di hadapan masyarakat yang hadir, Thaher bahkan beberapa kali menanyakan kesiapan warga untuk membangun kembali masjid yang akan dibongkar. Pertanyaan itu dijawab serempak oleh masyarakat dengan menyatakan kesiapan untuk bersatu dan mendukung pembangunan.
"Kita boleh berbeda, tetapi membangun masjid dan gereja kita harus menyatu menjadi satu. Tidak bisa kita bercerai-berai lalu membangun, itu tidak akan mungkin," ujarnya.
Ia menegaskan perbedaan pandangan maupun pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, ketika menyangkut kepentingan bersama, terutama pembangunan rumah ibadah, masyarakat perlu mengedepankan persaudaraan dan gotong royong.
Thaher juga mengingatkan, masjid yang dibongkar merupakan hasil kerja keras generasi terdahulu. Karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan dan menyempurnakan warisan tersebut bagi generasi berikutnya.
"Yang penting masyarakat harus bersatu. Berbeda dalam hal yang lain boleh, tetapi membangun masjid dan gereja kita harus bersama-sama," katanya.
Prosesi penurunan kubah diawali dengan pembacaan selawat dan dilanjutkan dengan pembongkaran tiang masjid secara simbolis. Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Ohoi Selayar dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....