Guru di Malra Didorong Jadikan Hari Belajar Guru, Budaya Tingkatkan Literasi
- 05 Agt 2026 21:16 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur : Program Inovasi Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia Bidang Pendidikan mendorong guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara menjadikan Hari Belajar Guru sebagai budaya yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi peserta didik.
Komitmen tersebut disampaikan Provinsial Manager Program Inovasi, Mus Mualim, saat membuka kegiatan Belajar Bareng Literasi Bersama Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SD/MI se-Kabupaten Maluku Tenggara di Aula LPP RRI Tual, Rabu (5/8/2026).
Menurut Mus, kegiatan belajar bersama tidak boleh dipandang sebagai pelatihan sesaat, tetapi harus menjadi ruang kolaborasi bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk saling berbagi praktik baik, memperkuat kompetensi, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung di ruang kelas.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah ruang belajar bersama agar guru, kepala sekolah, dan pengawas dapat saling menguatkan serta berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi kebijakan Hari Belajar Guru yang telah diatur melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 5684 Tahun 2025 dan diperkuat oleh kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Melalui kebijakan tersebut, setiap sekolah dan madrasah didorong melaksanakan kegiatan belajar guru selama dua hingga dua setengah jam setiap pekan melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG).
Mus menekankan bahwa forum tersebut bukan tempat penyampaian materi secara satu arah, melainkan wadah bagi para guru untuk berdiskusi, melakukan refleksi, menyelesaikan persoalan pembelajaran, dan menghasilkan berbagai produk yang dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
Selain meningkatkan kompetensi guru, budaya belajar bersama juga dinilai selaras dengan arah baru sistem akreditasi sekolah yang kini lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dibandingkan sekadar pemenuhan sarana dan prasarana.
Dalam kesempatan itu, Mus turut mengingatkan pentingnya profesionalisme guru di tengah tantangan pendidikan saat ini. Ia menyoroti masih adanya fenomena ketika guru dan siswa berada di dalam kelas, namun proses pembelajaran tidak berlangsung efektif karena perhatian guru teralihkan pada penggunaan telepon genggam.

"Ketika kita melihat anak-anak berjalan menuju sekolah, pandanglah mereka sebagai masa depan bangsa. Mereka berhak memperoleh pembelajaran yang berkualitas dan itu dimulai dari komitmen guru untuk terus belajar," kata Mus.
Ia berharap kegiatan Belajar Bareng Literasi menjadi titik awal lahirnya budaya belajar guru di seluruh sekolah dan madrasah di Kabupaten Maluku Tenggara. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan hanya dapat diwujudkan apabila guru terus mengembangkan kompetensinya secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta fasilitator pendidikan dari berbagai SD dan MI di Kabupaten Maluku Tenggara sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....