Kemendukbangga Soroti Dampak Fatherless, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

  • 31 Jul 2026 15:38 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak melalui berbagai program nasional. Upaya itu dilakukan sebagai respons terhadap fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam kehidupan anak yang dinilai dapat berdampak pada perkembangan karakter dan kesehatan mental generasi muda, Jumat (31/7/2026).

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, mengatakan isu fatherless menjadi salah satu perhatian kementerian karena berkaitan dengan berbagai persoalan sosial yang dihadapi anak dan remaja saat ini.

“Kenapa sampai kementerian kami mengangkat isu fatherless? Karena ternyata dampak yang ditimbulkan akibat ketidakhadiran ayah ini luar biasa,” kata Edi saat kegiatan sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Menurut Edi, perhatian terhadap peran ayah diwujudkan melalui sejumlah gerakan yang melibatkan ayah secara langsung dalam aktivitas pendidikan anak. Di antaranya, Gerakan Ayah Mengantar Anak di hari pertama sekolah dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor yang telah dilaksanakan pada Juni lalu.

Ia menilai kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan emosional dalam kehidupan anak. Bentuk keterlibatan tersebut antara lain meluangkan waktu bersama anak, memberikan perhatian, mendengarkan cerita, serta mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

Edi mengatakan sejumlah persoalan yang muncul pada anak dan remaja, mulai dari rendahnya kepercayaan diri, kerentanan menjadi korban kekerasan, hingga gangguan kesehatan mental, menurutnya sering kali berkaitan dengan minimnya kedekatan anak dengan figur ayah.

“Ayahnya mungkin ada, tetapi tidak pernah memeluk, tidak pernah mengajak bermain, tidak pernah mengatakan sayang. Itu yang menjadi problem anak dan remaja saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di kalangan remaja. Komunikasi yang baik antara ayah dan anak dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan mental anak sejak dini.

“Banyak anak yang mengalami depresi atau kesulitan menghadapi masalah karena tidak memiliki ruang komunikasi yang cukup dengan ayahnya. Ayah ada, tetapi sulit diajak berdiskusi karena kesibukan mencari nafkah,” ucapnya.

Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN melalui program GATI mendorong para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan. Program tersebut tidak hanya menekankan tanggung jawab ekonomi keluarga, tetapi juga pentingnya kehadiran ayah sebagai pendamping, pelindung, dan teladan bagi anak.

Keterlibatan ayah yang konsisten diharapkan dapat membantu membentuk karakter anak yang lebih kuat sekaligus mendukung terwujudnya generasi berkualitas dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....