Gandeng 28 Kampus, Nusron Targetkan 14 Ribu Sertifikat Tanah Wakaf

  • 30 Jul 2026 10:25 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan 28 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Selatan di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (9/7/2026). Melalui kerja sama ini, Kementerian ATR/BPN mengajak civitas academica untuk aktif membantu menyelesaikan persoalan pertanahan, khususnya mempercepat sertifikasi tanah wakaf melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

"Dengan kerja sama ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan tahun depan bisa dikeroyok oleh 28 kampus. Mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun. Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI yang jelas dan berdampak langsung kepada masyarakat," ujar Menteri Nusron.

Nusron mengungkapkan, capaian sertifikasi tanah wakaf di Sulawesi Selatan saat ini masih tergolong rendah. Dari sekitar 18 ribu bidang tanah wakaf yang tercatat dalam Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, baru 4.516 bidang atau 24,87% yang bersertifikat. Angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai sekitar 58%.

Kementerian ATR/BPN sendiri menargetkan seluruh tanah wakaf di Indonesia sudah bersertifikat pada 2028. Pelibatan perguruan tinggi melalui KKN Tematik menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mempercepat target nasional tersebut.

Model KKN Tematik ini sebelumnya sukses diterapkan oleh Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang mana mahasiswa KKN berhasil membantu sertifikasi 2.487 bidang tanah wakaf hanya dalam tiga bulan.

"Keberhasilan itu saya copy paste dan bawa ke sini. Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertifikat tanah wakaf serta tempat ibadah semua agama di sini sudah mencapai 100%, atau minimal mendekati," tutur Nusron.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Wartomo, menyerahkan secara simbolis 83 sertifikat tanah wakaf untuk masjid, musala, yayasan, dan tempat ibadah lainnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Langkah percepatan ini disambut positif oleh Rektor UIM, Muammar Bakry. Ia menilai kepemilikan sertifikat sangat krusial, tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga dalam perspektif keagamaan untuk melindungi aset umat.

"Salah satu makna dari doa salamatan fiddin adalah selamat rumah ibadah kita dari orang-orang yang ingin menyerobot. Jadi kalau masjid dan pesantren kita sudah ada sertifikat wakafnya, itu sudah salamatan fiddin. Apalagi program ini gratis," ungkap Rektor UIM.

Dalam acara tersebut, Menteri Nusron hadir didampingi oleh Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng; Kepala Biro Humas dan Protokol, Achmad; Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida; Sekretaris Ditjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Yoga Suwarna; Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir; serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid. (MW/YZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....