Menteri Nusron Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme Hadapi Tantangan Global
- 29 Jul 2026 05:49 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa memahami dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme sebagai fondasi membangun bangsa yang kuat. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
"Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun," kata Menteri Nusron.
Dalam materi bertajuk "Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global", Menteri Nusron menjelaskan bahwa kekuatan suatu bangsa pada era saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh sistem pemerintahannya, tetapi juga oleh kemampuannya menghadapi berbagai tantangan global.
Mengutip teori John Mearsheimer, ia mengatakan negara yang kuat harus ditopang tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, kemandirian energi, dan penguasaan teknologi.
"Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain," ujarnya.
Menurut Menteri Nusron, ketiga pilar tersebut hanya dapat diwujudkan dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pembangunan nasionalisme harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas intelektual.
Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, dan sekitar 200 peserta diklat, Menteri Nusron berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan kapasitas intelektual karena memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
"Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa," ujarnya.
Menutup pemaparannya, Menteri Nusron mengajak penerus GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengambil peran sebagai generasi yang mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....