Dinas Perikanan Aru, budidaya rumput laut, nilai tambah

  • 28 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual – Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru terus mendorong pengembangan budidaya rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru, Hans Djerol, S.Pi., M.Si., mengatakan pemerintah daerah tidak hanya berupaya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat rantai usaha mulai dari pembinaan pembudidaya hingga pemasaran hasil panen.

"Budidaya rumput laut memiliki prospek yang sangat baik dan menjadi salah satu sektor yang terus kami kembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir," kata Hans Djerol saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Aru Utara, meliputi Kecamatan Aru Utara, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Dinas Perikanan telah melaksanakan berbagai program, di antaranya sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan kepada kelompok pembudidaya guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan produktivitas usaha.

Meski demikian, pengembangan budidaya rumput laut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek penanganan pascapanen. Selama ini sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku sehingga nilai jual yang diterima pembudidaya relatif rendah.

Karena itu, pemerintah daerah berencana membangun sistem rantai bisnis budidaya rumput laut yang lebih terintegrasi. Sistem tersebut mencakup penyediaan gudang penyimpanan, fasilitas pengeringan, hingga pengolahan hasil panen agar produk rumput laut memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.

Hans Djerol menilai kualitas rumput laut juga perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, proses pengeringan yang masih dilakukan secara tradisional berdampak pada penurunan mutu produk sehingga harga jual belum mampu memenuhi standar pasar.

Selain meningkatkan kualitas produk, Dinas Perikanan juga berupaya memperluas akses pemasaran bagi para pembudidaya. Pemerintah berharap petani rumput laut dapat menjalin hubungan langsung dengan pembeli di luar daerah sehingga tidak lagi bergantung pada tengkulak yang selama ini memengaruhi harga di tingkat pembudidaya.

Di bidang permodalan, Dinas Perikanan mendorong kelompok pembudidaya memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah dan perbankan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun skema pembiayaan usaha lainnya.

Menurut Hans Djerol, peluang memperoleh akses permodalan cukup terbuka karena usaha budidaya rumput laut memiliki siklus produksi yang jelas dan hasil panen yang relatif dapat diprediksi, sehingga dinilai layak untuk dibiayai oleh lembaga keuangan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Aru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

"Potensi perikanan Aru merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Karena itu masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton. Mari bersama-sama memanfaatkan potensi yang ada, berdiskusi dengan pemerintah, dan membangun usaha agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aru sendiri," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru optimistis, melalui penguatan budidaya rumput laut yang didukung peningkatan kualitas produksi, akses pasar, serta kemudahan pembiayaan, sektor ini dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....