BPS Deteksi Tingkat Pengangguran lewat Sakernas 2026

  • 22 Jul 2026 18:00 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kepala BPS Maluku Tenggara, Freddy Abrahams mengungkapkan, dutengah pelaksanaan Sensus Ekonomi, BPS juga melaksanakan beberapa kegiatan survei rutin yang memang sangat penting, untuk mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan daerah, Selasa (21/7/2026).

“Kegiatan survei yang berskala besar saat ini sedang dilakukan, yaitu survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2026. Survei ini akan menghasilkan beberapa indikator ketenagaan kerjaan, seperti angka pengangguran terbuka, tingkat partisipasi Angkatan Kerja, jumlah lapangan usaha, dan beberapa indikator ketenagaan kerjaan lainnya,” ujar Abrahams.

Abrahams mengatakan, Sakernas dilaksanakan dalam 1 tahun sebanyak 4 kali, namun volume sampel yang lebih besar, terdapat pada bulan Agustus ini, disebabkan penyajian data sampai ke level Kabupaten dan Kota.

Menurut Abrahams, 42 SLS akan menjadi sampel untuk menggambarkan kondisi ketenagaan kerjaan di Maluku Tenggara, dan sampel yang terlibat kurang lebih 420 rumah tangga. Sampai dengan saat ini, BPS masih dalam tahap persiapan bagi pelatihan petugas.

“Pelatihan petugas ini dilakukan selama 1 minggu, dan mode pelatihannya ini combine antara online dan offline. Jadi ada kurang lebih 6 hari online dan 1 hari offline yang saat ini sedang dilakukan di Hotel Kimson. Peserta petugas yang ikut dalam kegiatan Sakernas ini, ini kurang lebih berjumlah 24 petugas, bersumber dari database Mitra,” ujarnya.

Dikatakan, rekam jejak Petugas dan kualitas dari petugas menjadi indikator penting dalam pelatihan, guna mematangkan kemampuannya serta memiliki tanggung jawab saat menjalankan pendataan.

“Mereka dapat melaksanakan penugasannya sesuai dengan SOP, konsep dan definisi yang sudah diajarkan kepada mereka, bisa menghasilkan data ketenagaan kerjaan yang berkualitas,” tegasnya.

Abraham menggambarkan, Narasumber yang dihadirkan dalam proses pelatihan petugas yakni, 2 Instruktur nasional yang berasal dari BPS Maluku Tenggara, salah satunya di bidang konsep definisi dan yang lainnya dari penggunaan aplikasi FASIH (Flexible Authentically Survey in Harmony) adalah instrumen pengumpulan data digital.

“Jadi seperti sensus ekonomi, pelaksanaan sensus sekernas ini menggunakan Kuisioner elektronik juga. Jadi petugas turun tidak menggunakan Kuisioner kertas, tetapi melakukan pendataan sudah menggunakan tablet atau HP petugas,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....