Kec. Aru tengah Selatan Dorong Hilirisasi Ikan Asin dan Pembangunan Perbatasan
- 22 Jul 2026 14:08 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo : Camat Aru Tengah Selatan, Markus Jafri Farneyanan, S.Sos. mengatakan, Kecamatan Aru Tengah Selatan memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya produksi ikan asin tradisional. Namun, potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi yang maksimal, karena masih terkendala sarana produksi, pemasaran, serta minimnya fasilitas pengolahan hasil tangkapan nelayan.
Hal itu disampaikan Ferneyanan saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, berbagai jenis ikan bernilai ekonomi tersedia melimpah di wilayah tersebut dan selama ini sebagian besar diolah menjadi ikan asin.
Farneyanan menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru telah mulai mendorong inovasi, melalui rencana penyediaan mesin pengering ikan asin, agar hasil perikanan masyarakat dapat dikelola secara lebih baik, melalui pembentukan kelompok nelayan dan sistem pemasaran yang lebih terorganisir.
"Kami berharap ada pembentukan kelompok usaha nelayan sehingga hasil tangkapan dapat dikemas dengan baik dan dipasarkan secara berkelanjutan. Jika dikelola bersama, hasilnya tentu akan lebih meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembuatan ikan asin hingga kini masih dilakukan secara tradisional. Saat musim hujan, banyak hasil produksi mengalami kerusakan karena belum tersedia tempat pengeringan maupun fasilitas penyimpanan yang memadai.
Selain sektor perikanan, Ferneyanan juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan Indonesia–Australia yang berada di Kecamatan Aru Tengah Selatan. Menurutnya, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pernah melakukan kunjungan sejak awal pembentukan kecamatan, namun perhatian terhadap pembangunan di kawasan tersebut masih perlu ditingkatkan.
Dalam berbagai pertemuan bersama Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Aru, pihak kecamatan telah mengusulkan sejumlah program prioritas, di antaranya pembangunan infrastruktur, penanganan abrasi pantai, serta peningkatan fasilitas di desa-desa perbatasan.
Ia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian lebih besar kepada Kabupaten Kepulauan Aru sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.
"Kami berharap pemerintah pusat benar-benar melihat Kabupaten Kepulauan Aru sebagai wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, keamanan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Farneyanan.
Ferneyanan menambahkan, Bupati Kepulauan Aru memiliki komitmen kuat untuk membangun kawasan perbatasan. Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan utama dalam merealisasikan berbagai program pembangunan.
Karena itu, ia berharap pada tahun anggaran mendatang pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Maluku dapat memberikan dukungan yang lebih besar agar pembangunan di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Aru dapat berjalan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....