Cakupan Air Minum Malra Capai 75,75 Persen, Pemkab Perluas Layanan

  • 09 Jul 2026 18:17 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Akses air minum layak di Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan perkembangan positif seiring komitmen pemerintah daerah memperluas layanan hingga ke wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar. Hingga tahun 2025, cakupan pelayanan air minum di daerah ini telah mencapai 75,75 persen dan terus didorong menuju target pelayanan universal.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dalam Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Pengurus Daerah Provinsi Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Langgur, Rabu (8/7/2026). Forum tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pelayanan air minum di wilayah Maluku.

Dalam sambutannya, Bupati memaparkan sejumlah capaian yang mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk penyediaan air minum bagi masyarakat. Pembangunan sektor air minum menjadi salah satu prioritas daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Cakupan pelayanan air minum Kabupaten Maluku Tenggara telah mencapai 75,75 persen pada tahun 2025. Angka ini akan terus kami dorong menuju 100 persen sebagaimana amanat dan target nasional,” kata Thaher.

Selain peningkatan cakupan layanan, pemerintah daerah juga terus memperluas pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di berbagai wilayah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap air minum yang aman dan layak.

“Program SPAM yang dilaksanakan lima tahun terakhir telah mencapai 4.477 SR. Angka ini terus diperluas menjangkau wilayah-wilayah yang belum terlayani,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara kembali melaksanakan penanganan SPAM di enam desa. Program tersebut ditargetkan mampu menjangkau sebanyak 498 kepala keluarga yang selama ini masih membutuhkan peningkatan layanan air minum.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur konvensional, pemerintah daerah juga menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pengembangan teknologi desalinasi air laut menjadi air siap minum di kawasan terpencil.

“Sebagai terobosan untuk wilayah terpencil, Pemerintah Daerah memprakarsai program desalinasi air laut menjadi air siap minum di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat. Intervensi ini terpusat di kawasan perbatasan negara yang menjangkau lima desa di Pulau Kecil Terluar dan Pintu Gerbang Negara,” ucapnya.

Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil. Kehadiran layanan air minum yang memadai di kawasan ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan dasar dan mendukung pembangunan wilayah terluar.

Di samping pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga terus memperkuat tata kelola kelembagaan sektor air minum. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Evav Sejahtera agar mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional dan berkelanjutan.

“Pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Evav Sejahtera yang semakin profesional telah berhasil membawa PDAM Kabupaten Maluku Tenggara ke kategori PDAM Sehat. Ini merupakan sebuah pencapaian yang membutuhkan kerja keras seluruh jajaran dan dukungan nyata dari pemerintah daerah,” kata Bupati Thaher.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....