Bupati Kepulauan Aru: Konflik Salarem–Kalar-Kalar Cukup Sampai Hari Ini
- 04 Jul 2026 17:47 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo : Bupati Kepulauan Aru menegaskan bahwa konflik antara Desa Salarem dan Desa Kalar-Kalar harus berakhir pada hari ini, seiring dengan pelaksanaan deklarasi damai dan sumpah adat yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Sabtu (4/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya menyelesaikan konflik, termasuk pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, para Kepala Desa, Camat, Lurah, Tokoh Adat, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang selama kurang lebih tiga bulan bekerja keras mengupayakan perdamaian. Menurut Bupati, perselisihan yang terjadi sebenarnya tidak memiliki akar persoalan maupun tujuan yang jelas. Konflik tersebut dipicu oleh rasa saling curiga yang kemudian diperparah oleh adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu.
Bupati mengajak masyarakat kedua desa untuk menghormati hasil perdamaian yang telah dicapai melalui mekanisme adat sebagai warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Sebagai Bupati sekaligus anak adat, Bupati menegaskan perannya sebagai penengah dan orang tua bagi seluruh masyarakat, sehingga semua pihak diharapkan saling menghormati agar kehormatan adat tetap terjaga.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru atas dampak konflik yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.
"Atas nama dua desa, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, 17 etnis dan 115 desa yang tidak bertikai. Selama tiga bulan terakhir aktivitas masyarakat terganggu, situasi keamanan dan ketertiban juga terganggu, serta masyarakat hidup dalam rasa waswas," ujarnya.
Bupati berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Aru agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan dialog tanpa harus menimbulkan konflik. Ia juga menegaskan bahwa adat istiadat dan nilai-nilai leluhur harus tetap dijunjung tinggi sebagai pedoman dalam menjaga persatuan, sehingga perdamaian yang telah disepakati dapat terus terpelihara di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....