Pertanian Berkelanjutan dan Diversifikasi Pangan di Malra Jadi Fokus KKN UGM
- 30 Jun 2026 21:08 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Pengembangan pertanian berkelanjutan dan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal menjadi salah satu fokus utama program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Maluku Tenggara. Melalui klaster agro, mahasiswa akan mendampingi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan pesisir, Selasa (30/6/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Helian, mengatakan klaster agro terdiri atas mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan yang akan bekerja sesuai dengan potensi unggulan daerah. Program yang dijalankan difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah lokasi KKN.
Menurut Leni, mahasiswa akan mendampingi masyarakat dalam pengembangan pertanian berkelanjutan atau green agriculture guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain mendukung sektor pertanian, mahasiswa juga terlibat dalam program konservasi kawasan pesisir yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah penanaman mangrove di wilayah Danar sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.
“Saat ini juga bekerja sama dengan Pelindo untuk melakukan konservasi wilayah pesisir, di antaranya dengan penanaman mangrove di wilayah Danar,” ucap Leni.
Leni menjelaskan, tim KKN-PPM UGM juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian yang akan memberikan pelatihan diversifikasi pangan kepada masyarakat. Program tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal melalui pengolahan hasil pertanian dan perikanan menjadi berbagai produk olahan yang lebih beragam.
| Baca juga: Musim Panen Tiba di Kei Kecil Timur |
“Harapannya dari produk-produk pertanian maupun perikanan nanti akan dicoba untuk dilatih bagaimana kemudian menghasilkan satu produk diversifikasi pangan,” kata Leni.
Leni menambahkan, diversifikasi pangan akan memanfaatkan bahan baku yang telah tersedia dan mudah diperoleh masyarakat, seperti singkong, cabai rawit, serta berbagai hasil perikanan. Melalui inovasi pengolahan pangan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual produk mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
“Jadi tidak hanya kemudian masyarakat menghasilkan produk yang sudah ada, tetapi juga mengembangkan diversifikasi pangan dari potensi lokal yang tersedia,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....