KUPP Kelas III Dobo Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran

  • 24 Jun 2026 17:24 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2026 di Aula Hotel Apexs Dobo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Keselamatan Pelayaran untuk Mewujudkan Transportasi Laut yang Aman, Tertib, dan Berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Aru” tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan di bidang maritim dan transportasi laut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru, perwakilan Komandan Lanal Aru, Kapolres, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Gugus Pulau IX Kepulauan Aru, Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Dobo, Kasat Polair Polres Kepulauan Aru, Kepala Basarnas Kepulauan Aru, Kepala BMKG Dobo, Kepala Polsubsektor Kawasan Pelabuhan, Kepala Stasiun Radio Pantai Kelas IV Dobo, Camat Aru Tengah, Lurah Galaydubu, perwakilan PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pelni Cabang Dobo, serta para peserta sosialisasi.

Kepala KUPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, dalam sambutannya mengatakan bahwa keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditawar karena laut memiliki peran penting sebagai sarana konektivitas, penggerak perekonomian, sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Menurutnya, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari pola pikir dan tindakan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran, bukan sekadar slogan yang terpampang di kapal maupun pelabuhan.

“Keselamatan pelayaran bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dan harga mati yang tidak bisa ditawar,” tegas Ruswan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kecelakaan laut terjadi akibat kombinasi faktor cuaca ekstrem, kondisi kapal yang tidak laik laut, serta kelalaian manusia. Dikatakan Ruswan bahwa Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan alat-alat keselamatan sebelum berlayar, seperti jaket pelampung (life jacket), rakit penolong (life raft), dan alat pemadam kebakaran.

Selain itu, para pemilik kapal dan operator pelayaran diharapkan semakin patuh terhadap regulasi, termasuk memastikan kapal memenuhi standar kelaiklautan dan tidak melebihi kapasitas muatan.

Ruswan juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap langkah-langkah mitigasi dan penanganan keadaan darurat guna meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi insiden di laut.

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, pemilik kapal, nakhoda, awak kapal, dan masyarakat pengguna jasa harus bersinergi membentuk ekosistem pelayaran yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga turut menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala KUPP Kelas III Dobo dan berakhir pada pukul 12.56 WIT, kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama seluruh peserta dan tamu undangan.

(Reporter: Bosco Korisen)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....