KKN Bukan Sekadar Program Kampus, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
- 23 Jun 2026 15:28 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tidak boleh berhenti sebagai kegiatan akademik yang menghasilkan laporan semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, saat membacakan arahan Bupati Maluku Tenggara pada penerimaan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati, Selasa (23/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menilai kehadiran mahasiswa di desa-desa merupakan kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Sosialisasi yang baik adalah modal utama keberhasilan KKN. Turun ke tengah masyarakat, ikut dalam keseharian warga, hadir dalam kegiatan adat dan budaya lokal, serta memperkenalkan diri dengan tulus,” ujar Viali saat membacakan sambutan Bupati.
Menurut Viali, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program berakhir. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, serta masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Viali menegaskan, KKN merupakan ruang belajar bersama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa membawa ilmu pengetahuan dan perspektif baru, sementara masyarakat memberikan pengalaman hidup, kearifan lokal, serta pemahaman tentang realitas sosial yang tidak diperoleh di bangku kuliah.
“KKN bukan semata-mata tentang memberi. KKN adalah pertemuan dua arah, mahasiswa membawa ilmu dan perspektif baru, sementara masyarakat memberi pengalaman hidup, kearifan, dan realitas yang tidak akan ditemukan dalam ruang kuliah,” katanya.
Karena itu, peserta KKN diminta menjadikan masa pengabdian sebagai kesempatan untuk membangun kepekaan sosial dan memperluas cara pandang terhadap pembangunan. Pengalaman hidup bersama masyarakat dapat membentuk karakter kepemimpinan, empati, serta kemampuan memahami keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
“Jadikan KKN sebagai pengalaman yang mengubah cara pandang kalian, bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana memahami manusia, menghargai keberagaman, dan berempati terhadap sesama,” ujar Viali.
Diharapkan mahasiswa yang kembali ke kampus nantinya tidak hanya membawa laporan kegiatan, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran yang berharga. Sebaliknya, masyarakat di lokasi KKN memperoleh manfaat nyata dari berbagai program yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....