Umat Islam di MBD Diajak Memperkuat Ketahanan Keluarga dan Nilai Keimanan

  • 29 Mei 2026 10:38 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, diikuti oleh segenap umat Islam di Kabupaten Maluku Barat Daya dengan khusyuk. Selain umat dari Kecamatan Moa, umat Islam dari Kecamatan Kisar dan beberapa pulau sekitar juga memadati pelataran masjid Nurul Iman Tiakur, sebagai lokasi pelaksanaan shalat Ied, Rabu (27/5/2026).

Bertindak sebagai Imam dalam shalat tersebut yakni Ketua MUI Kabupaten MBD, Hi. Mokhamad Tahir, sementara khatib Hi. Zamrojie dan Mu’azin, Jerlin.

Dalam khutbahnya, Hi. Zamrojie mengajak umat Islam menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, ketakwaan, dan ketahanan keluarga di tengah tantangan kehidupan modern.

Di hadapan ratusan jamaah, Hi. Zamroji menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penghambaan dan ketundukan total kepada Allah SWT melalui ibadah kurban serta keteladanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

“Melalui takbir, tahlil, dan tahmid, kita mengakui kebesaran Allah dan memperbarui komitmen penghambaan kepada-Nya. Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik yang penuh keberkahan dan pahala. Puncaknya adalah 10 Dzulhijjah, ketika umat Islam di seluruh dunia melaksanakan Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban sebagai simbol ketundukan kepada Allah SWT.

Hi. Zamroji juga menyoroti pentingnya menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan iman dan akhlak generasi. Menurutnya, banyak keluarga saat ini menghadapi tantangan serius akibat lemahnya komunikasi, pengaruh teknologi digital, hingga menurunnya nilai-nilai spiritual dalam rumah tangga.

“Keluarga adalah madrasah pertama kehidupan. Di sanalah iman ditanamkan, akhlak dibentuk, dan masa depan bangsa disiapkan. Namun hari ini banyak keluarga mengalami krisis perhatian, komunikasi, dan kasih sayang,” katanya.

Ia menyinggung meningkatnya angka perceraian, kekerasan terhadap anak, hingga fenomena remaja yang kehilangan arah akibat kecanduan gadget dan minimnya pendidikan moral serta agama.

Karena itu, jamaah diajak meneladani keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS yang dibangun di atas fondasi iman, komunikasi penuh cinta, serta ketundukan terhadap perintah Allah.

“Dari Nabi Ibrahim kita belajar tentang sosok ayah yang hadir secara lahir dan batin dalam kehidupan anaknya. Dari Nabi Ismail kita belajar tentang ketaatan dan kesabaran. Sedangkan dari Siti Hajar kita belajar tentang keteguhan iman dan ikhtiar tanpa putus asa,” ungkapnya.

Dalam bagian khutbah yang paling menyentuh, Hi. Zamroji mengisahkan perjuangan Siti Hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim bersama Ismail kecil di lembah tandus Makkah. Ia menggambarkan bagaimana Siti Hajar tetap yakin kepada pertolongan Allah meski berada dalam kondisi sulit.

“Kisah lari Siti Hajar dari Shafa ke Marwah mengajarkan bahwa ikhtiar yang dilandasi tauhid akan melahirkan keberkahan yang abadi,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kembali peristiwa ketika Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai ujian keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi simbol pengorbanan tertinggi dalam sejarah umat manusia.

Menutup khutbahnya, Hi. Zamroji mengajak umat Islam menjadikan Allah sebagai prioritas utama dalam kehidupan keluarga, memperkuat komunikasi spiritual antara orang tua dan anak, serta menghadirkan kembali suasana rumah yang dipenuhi doa, Al-Qur’an, dan nilai-nilai keislaman.

“Momentum Idul Adha harus menjadi saat terbaik untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas keluarga, agar lahir generasi yang beriman, beradab, dan mencintai Allah,” pesannya.

Informasi yang diterima RRI dari Panitia Idul Kurban 1447 MBD, seksi Humas pada Jumat 29 Mei 2026 menyebutkan, Shalat Idul Adha di Masjid Nurul Iman Tiakur berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, diakhiri dengan saling bersalaman antarjamaah dan persiapan penyembelihan hewan kurban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....